omoldoman@gmail.com

Saat Pesawat Doyo lending di lapangan terbang wenput.
Oleh : Pontius
Omoldoman.
A.
PENGANTAR.
Lapangan terbang wenput, Kabupaten yahukimo,
lapangan ini terletak di wilayah perbatasan wamena timur, masyarakat
mengerajakan lapngan terbang ini dengan hasil swadaya masyarakat, walaupun
tanpa ada uluran tangan pihak terkait sekalipun, masyarakat mengerjakan
lapangan terbang ini dengan gelombang daya tahan tubuh yang kuat dengan
menggunakan pohon kayu sebagai pengganti lingkis dan sekop, ternyata dengan
hasil swadaya masyarakat sekalipun mereka merasakan angin tidak terduga setelah
tiba waktunya presmian lapangan terbang dengan membangun sebuah tugu dengan
melukis nama lama sebelum mengbongkar dan menebang pohon dengan julukan nama “WENKAMNA”
Nama ini memiliki arti yang cukup luas yakni penyebutan nama gunung yang ada
penjaga alam dan lainnya.
Lapangan ini memiliki banyak cerita, mulai
dari lahirnya pikiran pertama, hingga mulai menebang pohon,membersihkan lahan
potongan pohon, mengukur tubuh dan badan lapangan terbang, hingga ukuran
panjang dan lebar. Dari semua proses ini hanya dengan pandangan dan analisa
masyarakat sipil. Lapangan ini memiliki ukuran panjang 350m,lebarnya sekitar
50/30m.
Hasil kemampuan masyarakat sampai di panjang
dan lebar lapangan di atas, masyarakat meminta untuk meresmikan, masyarakat
mengerjakan lapangan ini dengan cukup lama mulai dari tahun 2001- meresmikan
tahun 2017. Setelah meresmikan lapangan ini dengan menamaikan lapangan terbang
wenput, versi masyarakat, dan dalam pandangan pemerintah memberikan nama
Bandara wenput.
Bandara Lokal Wenput Kabupaten
Yahukimo,Perbatasan distrik Kosarek dan Distrik Ubalihi. Dalam proses
pengerjaan lapangan ini di kerjakan hanya swadaya masyarakat dengan semua
peralatan tradisional. Nama daerah ini dulunya dipakai sebagai nama Wenkamna,
Wenkamna sendiri memiliki nama daerah yang di namai oleh leluhur dan moyangnya
dengan chiri khas penyebutan nama benda atau hewan yang ada dalam hutan itu,
dalam konteks ini yang mencakup tentang pelindung alam atau hutan wenkamna,
karena daerah itu dikuasai hutan besar dan dalam hutan ada penjaga alam, alam
disitu juga lebih mendengar manusia, antar penginjil dan kepala suku dan
masyarakat tertentu yang sudah membangun persahabatan antara penjaga alam
dengan manusia, ketika binatang peliharaan hilang atau tidak sempat pulangke
rumahnya, di minta tolong sama masyarakat yang tinggal lama di samping hutan
itu.
Dari nama daerah di atas yang dulunya disebut
wenkamna, Pembukaan pembongkaran dan penebangan pohon di lokasi terbentuknya
lapangan ini, sebelumnya tidak berpikir bahwa daerah ini akan ada lapangan
terbang dengan nama dari wenkamna menjadi wenput, terkait nama ini dalam
pandangan penulis bahwa perlu ada tinjau ulang, pertama dari wenkamna menujuh
wenput ialah moderen, dan setelah ini perlu ada kecocokan nama lapangan dengan
siapa pelaku atau pertama mengeluarkan kata buka lapangan di wenput.
Seingat penulis untuk kita menebang pohon dan
membuka lapangan terbang ialah (Alm. Mantri Amos Wisabal, Bapak Yoas Suhuniap
dan Alm.Arius Suhuniap) Bapak Yoas suhuniap membawa mulai tebang pohon pada
hari ini, Jika penulis salah mohon di koreksi. Hari minggu mengeluarkan kapak
untuk menebang pohon sebagai bentuk respon kata bapak Alm. Amos tadi, setelah
pada hari seninnya masyarakat semua kompak menebang pohon.
Untuk mulai memasuki proses penebangan pohon
dan membuka lokasi badan lapangan terbang, Masyarakat kampung pemohon, desa
silkom mulai musyawarah dan bentuk kesamaan persepsi dan doa bersama sebagai
bentuk permisi kepada penjaga alam. Dengan landasan doa itu masyarakat mulai
bongkar menebang pohon, dalam proses pengukuran badan lapangan ini, setelah
mengukur dari satu arah, arah barat wenput ternyata tidak dapat karena adanya
gunug yang menghambat pintu masuk pesawat.
Terus menebang mengukur pohon, layak
dapat akses masuk pesawat dari udara, Masyarakat tetapkan badan lapangan
terbang pintu masuk pesawat dari arah udara. Penulis ingat persis bahwa proses
terbentuknya lapngan ini penuh dengan kerugian nyawa serta seluruh kekuatan
alam. Setelah menebang pohon memperjelas arah pintu masuk pesawat dan badan
lapangan terbang, masyarakat kembali musyawarah untuk melakuan syukuran dan doa
bersama untuk melangkah lanjut pada tahap yang berikut yakni, membakar seluruh
potongan kayu dan menggusur tanah, untuk melangkah proses itu masyarakat bakar
batu dan mengundang seluruh tetangga kampung, masyarakat masak babi sekitar
5/10 ekor dan masak di kali sablahik sebagai bentuk meminta ijin kepada
penghuni alam dengan menumpahkan darah babi dan meminta dukungan kepada
tetangga kampung, Allah,Alam.
Setelah meresmikan pembukaan pembukaan lapangan
terbang, mobilisasi masapun mulai kedatangan, mulai dari kampung Walani arah
udara,Kampung telam dan wisomi arah barat, Siregasi dan Hombuka arah
timur,Masyarakat mulai masuk bongkar tanah sambil membakar potongan kayu besar
dan kecil, dalam proses ini masyarakat kerja hanya dengan menggunakan sekop dan
lingkis hanya dengan bahan tradisional, akhirnya Alm. Mantri A.Wisabal dana
mendroup geropak,sekop,lingkis dengan sarung yang isuh tanah dan membuang,
dalam proses pengerjaan ini sebagai simbol pahlawan jari tangan daripada bapak
mantri amos jari tangan tengah terputus dapat tindis dengan kayu besar.
Setelah mencermati dinamika perubahan dan
tuntutan zaman pada era global dan digital, perlu adanya sarana yang mampu
menjawab kebutuhan mendasar masyarakat pribumi, karena kebanyakan masyarakat ke
wamena untuk belanja setiap kebutuhan dengan jalan kaki menempuh perjalanan
dengan 3 sampai 4 hari jalan, melewati kali ternama dengan menyeberangi
jempatan yang penuh darurat, ganung gunung ternama bahkan melewati pelantara
yang penuh dengan hujan es yang menggeramkan manusia, bahkan ada cerita
terunik ada juga yang gugur di tengah pelantara.
Dari sekian panjangnya cerita di atas ini,
cerita ini juga yang di jalani oleh tokoh dan misionis pendidikan dan membuka
lapangan terbang wenkamna,di waktu itu bapak almarhum lapangan terbang yang
memliki banyak cerita dan memilki kisah dan kesan yang baik dan buruk, Lapangan
swadaya masyarakat ini dirancang dan dibentuk oleh salah seorang senior
pendidkan dari kampung siregasi induknya, tinggal berdesa di desa silkom
kampung pemohon.
Lapangan ini di rancang oleh (Alm) Mantri Amos
Wisabal, dengan latar belakang profesi sebagai seorang pelayan kesehatan dan
bapak juga sebagai salah satu senior orang pertama menjadi sukses dalam bidang
ilmu kesehatan, beliau selesai di Keperawatan wamena, selesai studi
beliau melamar sekitar tahun 199/2000 di wamena, beliau dapat di terima dan
setelah itu ikut mutasi ke Kab. pemekaran kabupaten yahukimo, setelah mekarkan
kabupaten yahukimo tahun 2003
Cikal bakal terbentuknya lapangan ini dari alm
amos wisabal, bapak almarhuma sebagai pelopor dan mendorong niat masyarakat daerah di desa silkom,distrik
perbatasan, distrik kosarek dan distrik ubalihi, tujuan memulai dengan
mengerjakan lapangan terbang ini dapat di lihat dari diskriminasi proses
pelayanan pesawat dari lapangan induk di distrik kosarek, dalam hal ini
bangkitnya semangat mengerjakan lapangan terbang ini dengan gaji sukarelawan
masyarakat, selain itu masyarakat terbawa dengan melihat dari kenyataan yang
sering terjadi,dalam benak masyarakat sudah terbawa motivasi kenapa kita tidak
sama seperti orang lain.
Masyarakat merasa ketinggalan dalam segala
aspek mulai dari pendidikan,kesehatan dan infrastrukur, Pembukaan lapangan
terbang wenput ialah lapangan pengembangan pencaker dan tempat menguji
kelayakan SDM, Serta lapangan untuk mengukur potensi pengabdian bagi kepala
puskesmas dan kepala sekolah,sebab masyarakat menggerakan seluruh kekuatan
tubuh bukan untuk menikmati hasil karya mereka, masyarakat membuka lapngan
untuk putra daerahnya kembali melihat mereka, sebagai pembatasan analisa
berpikir,bukan soal kita harus perlu ada jaminan jabatan yang besar,tetapi kita
melihat dari sudut pandang kita sendiri sesuai profesinya sendiri.
ü Pengembangan pendidikan.
Proses pengembangan pendidikan ialah tujuan utama
visi masyarakat masyarakat untuk mengerjakan lapangan terbang wenput. Dalam hal
ini kolaborasi system pengembangan generasi mulai terbentuk dari sekolah dasar,
sebagai pengantar sebelum melangkah ke sekolah tingkat atas perlu adanya
mendidik huruf dan bahasa Indonesia yang harus diperlukan I sekolah jenjang
atas.
ü Pengembangan kesehatan.
Pasien yang menderita dan tidak dapat
tertolong oleh pustu,bagaimana memberikan rujukan dan resep obat, ada banyak
contoh kasus yang juga terjadi secara menyeluruh di kabupaten yahukimo, kepala
dinas perlu adanya control pelayanan kesehatan di semua tempat yang ada rumah
sakit, dampak medan pelayanan dan akses pengontrolan sebagai suatu hambatan
yang serius tetapi pengontrolan tenaga kesehatan ialah tugas utama, karena
alokasi pendanaan uang otonomi khusus prioritas utamanya pada pendidkan dan
kesehatan.
ü Jangan pemerintah
membangun jalan raya dengan jempatan bermegah.
Pemerintah menyediakan jalan raya dan jempatan
sejagat raya berlapis sekalipun, infrastrukur itu bukan menjadi pengguna
masyarakat sipil,kita bias lihat di kabupaten mana masyarakat sipil jalan tanpa
alas kaki di tengah jalan raya, Masyarakat sipil sudah pasti memilih jalan
dipingkir jalan raya tanpa alas kaki sambil membentang kedua tangannya
dibelakang dan di dada, hal ini menandakan bahwa soal pembangunan jalan raya
dan gedung termega dan jalan raya penghubung ialah bukan milik masyarakat sipil
dan juga bukan bagian dari kesejhateraan warga masyarakat sipil.
Dalam deskripsi tentang proses terjadinya lapangan
terbang wenput ini sebagai langkah kemajuan daerah dan juga sebagai kontribusi
masyarakat secara mandiri dan swadaya, dalam kasus ini tentunya visi untuk
mendorong membesarkan visi pembangunan daerah, nama daerah yang di harumkan
oleh hasil karya masyarakat sipil dengan peralatan local.
B. PERLU ADANYA
PENDEKATAN PEMERINTAH DAERAH.
Dalam
konteks hubungan antara pusat dengan daerah, sistem penyelenggaraan
pemerintahan daerah bergeser dari sistem yang sentralistik menjadi sistem yang
mengedepankan otonomi dengan berpijak pada prinsip desentralisasi. Penerapan
prinsip desentralisasi sebagai dasar berpijak penyelenggaraan pemerintahan
daerah membangun konstelasi baru sistem otonomi daerah yang luas, nyata, dan
bertanggung jawab yang memberikan hak dan wewenang kepada daerah otonom untuk
mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat
setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Dalam
lintasan sejarah, setelah 45 tahun mengawal perjalanan penyelenggaraan
pemerintahan daerah di Indonesia, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang
Pemerintahan di Daerah yang cenderung bersifat sentralistik digantikan dengan
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.
Berangkat
dari itu Provinsi Papua sebagai daerah otonomi khusus, sesuai dengan
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001, selain memiliki Peraturan Daerah, juga
memiliki instrumen hukum tersendiri dalam mengatur daerahnya yaitu Peraturan
Daerah Khusus dan Peraturan Daerah Istimewa. Peraturan Daerah Khusus, yang
selanjutnya disebut Perdasus, adalah Peraturan Daerah Provinsi Papua dalam
rangka pelaksanaan pasal-pasal tertentu dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun
2001, sedangkan Peraturan Daerah Provinsi, yang selanjutnya disebut Perdasi,
adalah Peraturan Daerah Provinsi Papua dalam rangka pelaksanaan kewenangan
sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Dari
uraian di atas terlihat bahwa Budaya Indonesia begitu beragam mulai dari sabang
sampai Merauke, dan ini bukan hanya dalam persoalan budaya saja tetapi juga
berbhineka ragam agama, pulau, bahasa kedaerahan, dan lain-lain. Oleh karena
itu para pendiri republik ini dulu menciptakan konstitusi yang begitu
integralistik sehingga resikonya Undang-Undang Dasar 1945 selain menciptakan
multi tafsir yang dapat dimanfaatkan para pengusaha eksekutif, juga akan
menimbulkan kuatnya kekuasaan eksekutif karena dianggap pada kekuasaan
eksekutif yang kuatlah persatuan dan kesatuan dapat diwujudkan
Berdasarkan hal diatas ada hubungannya
juga dengan Garis-Garis Besar Haluan
Negara yang didalamnya memiliki aspek-aspek pokok yang mengatur secara
menyeluruh. meilihat juga dari berbagai
keanegaraman budaya, adat istiadat, dan juga
didalamnya memiliki budaya politik masyarakat desa, karena penyebaran
budaya asing menguasai sistem budaya
politik lokal, sehingga terjadilah
kehilangan budaya politik local yang sesungguhnya yang digunakan atau dilakukan oleh masyarakat desa
atau nenek moyangnya pada sebelum masuknya kabar baik dan juga
pemerintahan, hal yang sangat menarik untuk diteli adalah politik pemerintahan desa dalam pembangunan
ekonomi di masyarakat desa, karena hal ini pula menjadi satu aspek yang memperkaya Negara Indonesia di Tingkat Lokal,Nasional dan
internasional.
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan
hasil karya dalam rangka kehidupan masyarakat, yang dijadikan untuk milik dari manusia dengan belajar.
Budaya
politik merupakan salah satu karakteristik suatu masyarakat yang mencerminkan
perilaku politik masyarakat tersebut. Di era demokrasi ini, politik pemerintahan desa dalam pembangunan
ekonomi partisipan sangat dibutuhkan dalam membangun tatanan masyarakat yang demokratis,
yaitu masyarakat yang sadar dan melek politik, serta tahu akan hak dan
kewajibannya sebagai warga masyarakat pedesaan.
Budaya
politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan
politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik. Sebenarnya istilah
budaya politik tertentu melekat pada setiap masyarakat yang terdiri atas
sejumlah individu yang hidup, baik dalam sistem politik tradisional maupun
modern. Sebagaimana konsep kebudayaan terdapat pada setiap masyarakat, baik
yang disebut tradisional maupun modern.
Pengetahuan
mengenai budaya politik ini dalam kenyataannya sering diberi arti sebagai
peradaban politik yang disamakan dengan prestasi dalam bidang ilmu pengetahuan
dan teknologi. Hal ini terlihat pula dari lingkup budaya politik itu, meliputi
pula orientasi individu, yang diperoleh dari pengetahuannya yang luas maupun
sempit : orientasinya yang dipengaruhi oleh perasaan keterlibatan, keterlekatan
ataupun penolakan : orientasinya yang bersifat menilai terhadap objek dan
peristiwa politik. Mengenai pengetahuan pengenalan tersebut, dinilai lebih
bersifat sebagai peradaban dari pada sebagai kebudayaan. Oleh karena itu,
budaya politik masyarakat desa merupakan persepsi manusia, pola sikapnya
terhadap berbagai masalah politik dan peristiwa politik terbawa pula ke dalam
pembentukan struktur dan proses kegiatan politik masyarakat maupun pemerintah.
Oleh karena itu, sistem politik itu sendiri adalah hubungan manusia yang
menyangkut masalah kekuasaan, aturan, dan wewenang.
Hakikat
budaya politik masyarakat desa adalah
suatu masyarakat yang terdiri dari system kepercayaan yang bersifat empiris,
symbol-simbol yang prekspektif, dan sejumlah nilai yang membatasi
tindakan-tindakan politik. Kebudayaan politik selalu menyediakan arah dan
orientasi bagi politik. Sudah tentu kebudayaan politik merupakan salah satu
aspek kehidupan politik secara keseluruhan. Jika orang ingin mendapatkan
gambaran dan ciri politik suatu bangsa secara utuh bulat, orang tersebut harus
pula melakukan penelaahan terhadap isinya yang lain. Atas dasar alasan yang
telah dipertimbangkan secara matang maka hal ini memusatkan perhatian
terhadap aspek kebudayaan.
Berdasarkan berbagai argumentasi di atas maka penulis merasa penting dan tertarik untuk
mengangkat judul dengan dampak budaya politik pemerintah terhadap masyarakat kampung sebagai objek fenomena sosial yang hendak dikaji secara
mendalam tentang permasalahan tersebut.
Lampiran
pesawat yang sudah lending dan cek out di lapangan.

Gambar
1: Pesawat Cenderawasih air.
Gambar
2 : Pesawat susi Air.
Gambar
3: Pesawat AMA Pilatus.