Kamis, 20 Agustus 2020

TERBENTUKNYA LAPANGAN TERBANG WENPUT HASIL USAHA SWADAYA MASYARAKAT.

omoldoman@gmail.com 

Pesawat advent lending di wenput




Saat Pesawat Doyo lending di lapangan terbang wenput.

Oleh : Pontius Omoldoman.

A. PENGANTAR.

Lapangan terbang wenput, Kabupaten yahukimo, lapangan ini terletak di wilayah perbatasan wamena timur, masyarakat mengerajakan lapngan terbang ini dengan hasil swadaya masyarakat, walaupun tanpa ada uluran tangan pihak terkait sekalipun, masyarakat mengerjakan lapangan terbang ini dengan gelombang daya tahan tubuh yang kuat dengan menggunakan pohon kayu sebagai pengganti lingkis dan sekop, ternyata dengan hasil swadaya masyarakat sekalipun mereka merasakan angin tidak terduga setelah tiba waktunya presmian lapangan terbang dengan membangun sebuah tugu dengan melukis nama lama sebelum mengbongkar dan menebang pohon dengan julukan nama “WENKAMNA” Nama ini memiliki arti yang cukup luas yakni penyebutan nama gunung yang ada penjaga alam dan lainnya.

Lapangan ini memiliki banyak cerita, mulai dari lahirnya pikiran pertama, hingga mulai menebang pohon,membersihkan lahan potongan pohon, mengukur tubuh dan badan lapangan terbang, hingga ukuran panjang dan lebar. Dari semua proses ini hanya dengan pandangan dan analisa masyarakat sipil. Lapangan ini memiliki ukuran panjang 350m,lebarnya sekitar 50/30m.

Hasil kemampuan masyarakat sampai di panjang dan lebar lapangan di atas, masyarakat meminta untuk meresmikan, masyarakat mengerjakan lapangan ini dengan cukup lama mulai dari tahun 2001- meresmikan tahun 2017. Setelah meresmikan lapangan ini dengan menamaikan lapangan terbang wenput, versi masyarakat, dan dalam pandangan pemerintah memberikan nama Bandara wenput.

Bandara Lokal Wenput Kabupaten Yahukimo,Perbatasan distrik Kosarek dan Distrik Ubalihi. Dalam proses pengerjaan lapangan ini di kerjakan hanya swadaya masyarakat dengan semua peralatan tradisional. Nama daerah ini dulunya dipakai sebagai nama Wenkamna, Wenkamna sendiri memiliki nama daerah yang di namai oleh leluhur dan moyangnya dengan chiri khas penyebutan nama benda atau hewan yang ada dalam hutan itu, dalam konteks ini yang mencakup tentang pelindung alam atau hutan wenkamna, karena daerah itu dikuasai hutan besar dan dalam hutan ada penjaga alam, alam disitu juga lebih mendengar manusia, antar penginjil dan kepala suku dan masyarakat tertentu yang sudah membangun persahabatan antara penjaga alam dengan manusia, ketika binatang peliharaan hilang atau tidak sempat pulangke rumahnya, di minta tolong sama masyarakat yang tinggal lama di samping hutan itu. 

Dari nama daerah di atas yang dulunya disebut wenkamna, Pembukaan pembongkaran dan penebangan pohon di lokasi terbentuknya lapangan ini, sebelumnya tidak berpikir bahwa daerah ini akan ada lapangan terbang dengan nama dari wenkamna menjadi wenput, terkait nama ini dalam pandangan penulis bahwa perlu ada tinjau ulang, pertama dari wenkamna menujuh wenput ialah moderen, dan setelah ini perlu ada kecocokan nama lapangan dengan siapa pelaku atau pertama mengeluarkan kata buka lapangan di wenput. 

Seingat penulis untuk kita menebang pohon dan membuka lapangan terbang ialah (Alm. Mantri Amos Wisabal, Bapak Yoas Suhuniap dan Alm.Arius Suhuniap) Bapak Yoas suhuniap membawa mulai tebang pohon pada hari ini, Jika penulis salah mohon di koreksi. Hari minggu mengeluarkan kapak untuk menebang pohon sebagai bentuk respon kata bapak Alm. Amos tadi, setelah pada hari seninnya masyarakat semua kompak menebang pohon.

Untuk mulai memasuki proses penebangan pohon dan membuka lokasi badan lapangan terbang, Masyarakat kampung pemohon, desa silkom mulai musyawarah dan bentuk kesamaan persepsi dan doa bersama sebagai bentuk permisi kepada penjaga alam. Dengan landasan doa itu masyarakat mulai bongkar menebang pohon, dalam proses pengukuran badan lapangan ini, setelah mengukur dari satu arah, arah barat wenput ternyata tidak dapat karena adanya gunug yang menghambat pintu masuk pesawat.

Terus menebang mengukur  pohon, layak dapat akses masuk pesawat dari udara, Masyarakat tetapkan badan lapangan terbang pintu masuk pesawat dari arah udara. Penulis ingat persis bahwa proses terbentuknya lapngan ini penuh dengan kerugian nyawa serta seluruh kekuatan alam. Setelah menebang pohon memperjelas arah pintu masuk pesawat dan badan lapangan terbang, masyarakat kembali musyawarah untuk melakuan syukuran dan doa bersama untuk melangkah lanjut pada tahap yang berikut yakni, membakar seluruh potongan kayu dan menggusur tanah, untuk melangkah proses itu masyarakat bakar batu dan mengundang seluruh tetangga kampung, masyarakat masak babi sekitar 5/10 ekor dan masak di kali sablahik sebagai bentuk meminta ijin kepada penghuni alam dengan menumpahkan darah babi dan meminta dukungan kepada tetangga kampung, Allah,Alam. 

Setelah meresmikan pembukaan pembukaan lapangan terbang, mobilisasi masapun mulai kedatangan, mulai dari kampung Walani arah udara,Kampung telam dan wisomi arah barat, Siregasi dan Hombuka arah timur,Masyarakat mulai masuk bongkar tanah sambil membakar potongan kayu besar dan kecil, dalam proses ini masyarakat kerja hanya dengan menggunakan sekop dan lingkis hanya dengan bahan tradisional, akhirnya Alm. Mantri A.Wisabal dana mendroup geropak,sekop,lingkis dengan sarung yang isuh tanah dan membuang, dalam proses pengerjaan ini sebagai simbol pahlawan jari tangan daripada bapak mantri amos jari tangan tengah terputus dapat tindis dengan kayu besar.

Setelah mencermati dinamika perubahan dan tuntutan zaman pada era global dan digital, perlu adanya sarana yang mampu menjawab kebutuhan mendasar masyarakat pribumi, karena kebanyakan masyarakat ke wamena untuk belanja setiap kebutuhan dengan jalan kaki menempuh perjalanan dengan 3 sampai 4 hari jalan, melewati kali ternama dengan menyeberangi jempatan yang penuh darurat, ganung gunung ternama bahkan melewati pelantara yang penuh dengan hujan es yang  menggeramkan manusia, bahkan ada cerita terunik ada juga yang gugur di tengah pelantara.

Dari sekian panjangnya cerita di atas ini, cerita ini juga yang di jalani oleh tokoh dan misionis pendidikan dan membuka lapangan terbang wenkamna,di waktu itu bapak almarhum lapangan terbang yang memliki banyak cerita dan memilki kisah dan kesan yang baik dan buruk, Lapangan swadaya masyarakat ini dirancang dan dibentuk oleh salah seorang senior pendidkan dari kampung siregasi induknya, tinggal berdesa di desa silkom kampung pemohon.

Lapangan ini di rancang oleh (Alm) Mantri Amos Wisabal, dengan latar belakang profesi sebagai seorang pelayan kesehatan dan bapak juga sebagai salah satu senior orang pertama menjadi sukses dalam bidang ilmu kesehatan, beliau selesai di Keperawatan  wamena, selesai studi beliau melamar sekitar tahun 199/2000 di wamena, beliau dapat di terima dan setelah itu ikut mutasi ke Kab. pemekaran kabupaten yahukimo, setelah mekarkan kabupaten yahukimo tahun 2003

Cikal bakal terbentuknya lapangan ini dari alm amos wisabal, bapak almarhuma sebagai pelopor dan mendorong niat  masyarakat daerah di desa silkom,distrik perbatasan, distrik kosarek dan distrik ubalihi, tujuan memulai dengan mengerjakan lapangan terbang ini dapat di lihat dari diskriminasi proses pelayanan pesawat dari lapangan induk di distrik kosarek, dalam hal ini bangkitnya semangat mengerjakan lapangan terbang ini dengan gaji sukarelawan masyarakat, selain itu masyarakat terbawa dengan melihat dari kenyataan yang sering terjadi,dalam benak masyarakat sudah terbawa motivasi kenapa kita tidak sama seperti orang lain.

Masyarakat merasa ketinggalan dalam segala aspek mulai dari pendidikan,kesehatan dan infrastrukur, Pembukaan lapangan terbang wenput ialah lapangan pengembangan pencaker dan tempat menguji kelayakan SDM, Serta lapangan untuk mengukur potensi pengabdian bagi kepala puskesmas dan kepala sekolah,sebab masyarakat menggerakan seluruh kekuatan tubuh bukan untuk menikmati hasil karya mereka, masyarakat membuka lapngan untuk putra daerahnya kembali melihat mereka, sebagai pembatasan analisa berpikir,bukan soal kita harus perlu ada jaminan jabatan yang besar,tetapi kita melihat dari sudut pandang kita sendiri sesuai profesinya sendiri.

ü  Pengembangan pendidikan.

Proses pengembangan pendidikan ialah tujuan utama visi masyarakat masyarakat untuk mengerjakan lapangan terbang wenput. Dalam hal ini kolaborasi system pengembangan generasi mulai terbentuk dari sekolah dasar, sebagai pengantar sebelum melangkah ke sekolah tingkat atas perlu adanya mendidik huruf dan bahasa Indonesia yang harus diperlukan I sekolah jenjang atas.

ü  Pengembangan kesehatan.

Pasien yang menderita dan tidak dapat tertolong oleh pustu,bagaimana memberikan rujukan dan resep obat, ada banyak contoh kasus yang juga terjadi secara menyeluruh di kabupaten yahukimo, kepala dinas perlu adanya control pelayanan kesehatan di semua tempat yang ada rumah sakit, dampak medan pelayanan dan akses pengontrolan sebagai suatu hambatan yang serius tetapi pengontrolan tenaga kesehatan ialah tugas utama, karena alokasi pendanaan uang otonomi khusus prioritas utamanya pada pendidkan dan kesehatan.

ü  Jangan pemerintah membangun jalan raya dengan jempatan bermegah.

Pemerintah menyediakan jalan raya dan jempatan sejagat raya berlapis sekalipun, infrastrukur itu bukan menjadi pengguna masyarakat sipil,kita bias lihat di kabupaten mana masyarakat sipil jalan tanpa alas kaki di tengah jalan raya, Masyarakat sipil sudah pasti memilih jalan dipingkir jalan raya tanpa alas kaki sambil membentang kedua tangannya dibelakang dan di dada, hal ini menandakan bahwa soal pembangunan jalan raya dan gedung termega dan jalan raya penghubung ialah bukan milik masyarakat sipil dan juga bukan bagian dari kesejhateraan warga masyarakat sipil.

Dalam deskripsi tentang proses terjadinya lapangan terbang wenput ini sebagai langkah kemajuan daerah dan juga sebagai kontribusi masyarakat secara mandiri dan swadaya, dalam kasus ini tentunya visi untuk mendorong membesarkan visi pembangunan daerah, nama daerah yang di harumkan oleh hasil karya masyarakat sipil dengan peralatan local.

B. PERLU ADANYA PENDEKATAN PEMERINTAH DAERAH.

Dalam konteks hubungan antara pusat dengan daerah, sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah bergeser dari sistem yang sentralistik menjadi sistem yang mengedepankan otonomi dengan berpijak pada prinsip desentralisasi. Penerapan prinsip desentralisasi sebagai dasar berpijak penyelenggaraan pemerintahan daerah membangun konstelasi baru sistem otonomi daerah yang luas, nyata, dan bertanggung jawab yang memberikan hak dan wewenang kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam lintasan sejarah, setelah 45 tahun mengawal perjalanan penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pemerintahan di Daerah yang cenderung bersifat sentralistik digantikan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.

Berangkat dari itu Provinsi Papua sebagai daerah otonomi khusus, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001, selain memiliki Peraturan Daerah, juga memiliki instrumen hukum tersendiri dalam mengatur daerahnya yaitu Peraturan Daerah Khusus dan Peraturan Daerah Istimewa. Peraturan Daerah Khusus, yang selanjutnya disebut Perdasus, adalah Peraturan Daerah Provinsi Papua dalam rangka pelaksanaan pasal-pasal tertentu dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001, sedangkan Peraturan Daerah Provinsi, yang selanjutnya disebut Perdasi, adalah Peraturan Daerah Provinsi Papua dalam rangka pelaksanaan kewenangan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Dari uraian di atas terlihat bahwa Budaya Indonesia begitu beragam mulai dari sabang sampai Merauke, dan ini bukan hanya dalam persoalan budaya saja tetapi juga berbhineka ragam agama, pulau, bahasa kedaerahan, dan lain-lain. Oleh karena itu para pendiri republik ini dulu menciptakan konstitusi yang begitu integralistik sehingga resikonya Undang-Undang Dasar 1945 selain menciptakan multi tafsir yang dapat dimanfaatkan para pengusaha eksekutif, juga akan menimbulkan kuatnya kekuasaan eksekutif karena dianggap pada kekuasaan eksekutif yang kuatlah persatuan dan kesatuan  dapat diwujudkan

Berdasarkan hal diatas ada hubungannya juga  dengan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang didalamnya memiliki aspek-aspek pokok yang mengatur secara menyeluruh. meilihat  juga dari berbagai keanegaraman budaya, adat istiadat, dan juga  didalamnya memiliki budaya politik masyarakat desa, karena penyebaran budaya asing  menguasai sistem budaya politik lokal, sehingga  terjadilah kehilangan budaya politik local yang sesungguhnya yang  digunakan atau dilakukan oleh masyarakat  desa  atau nenek moyangnya pada sebelum masuknya kabar baik dan juga pemerintahan, hal yang sangat menarik untuk diteli adalah  politik pemerintahan desa dalam pembangunan ekonomi di masyarakat desa, karena hal ini pula menjadi satu aspek yang  memperkaya Negara  Indonesia di Tingkat Lokal,Nasional dan internasional.

Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya dalam rangka kehidupan masyarakat, yang dijadikan untuk  milik dari manusia dengan belajar.

Budaya politik merupakan salah satu karakteristik suatu masyarakat yang mencerminkan perilaku politik masyarakat tersebut. Di era demokrasi ini,  politik pemerintahan desa dalam pembangunan ekonomi partisipan sangat dibutuhkan dalam membangun tatanan masyarakat yang demokratis, yaitu masyarakat yang sadar dan melek politik, serta tahu akan hak dan kewajibannya sebagai warga masyarakat pedesaan.

Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik. Sebenarnya istilah budaya politik tertentu melekat pada setiap masyarakat yang terdiri atas sejumlah individu yang hidup, baik dalam sistem politik tradisional maupun modern. Sebagaimana konsep kebudayaan terdapat pada setiap masyarakat, baik yang disebut tradisional maupun modern.

Pengetahuan mengenai budaya politik ini dalam kenyataannya sering diberi arti sebagai peradaban politik yang disamakan dengan prestasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini terlihat pula dari lingkup budaya politik itu, meliputi pula orientasi individu, yang diperoleh dari pengetahuannya yang luas maupun sempit : orientasinya yang dipengaruhi oleh perasaan keterlibatan, keterlekatan ataupun penolakan : orientasinya yang bersifat menilai terhadap objek dan peristiwa politik. Mengenai pengetahuan pengenalan tersebut, dinilai lebih bersifat sebagai peradaban dari pada sebagai kebudayaan. Oleh karena itu, budaya politik masyarakat desa merupakan persepsi manusia, pola sikapnya terhadap berbagai masalah politik dan peristiwa politik terbawa pula ke dalam pembentukan struktur dan proses kegiatan politik masyarakat maupun pemerintah. Oleh karena itu, sistem politik itu sendiri adalah hubungan manusia yang menyangkut masalah kekuasaan, aturan, dan wewenang.

Hakikat budaya politik masyarakat desa  adalah suatu masyarakat yang terdiri dari system kepercayaan yang bersifat empiris, symbol-simbol yang prekspektif, dan sejumlah nilai yang membatasi tindakan-tindakan politik. Kebudayaan politik selalu menyediakan arah dan orientasi bagi politik. Sudah tentu kebudayaan politik merupakan salah satu aspek kehidupan politik secara keseluruhan. Jika orang ingin mendapatkan gambaran dan ciri politik suatu bangsa secara utuh bulat, orang tersebut harus pula melakukan penelaahan terhadap isinya yang lain. Atas dasar alasan yang telah dipertimbangkan secara matang maka hal ini memusatkan perhatian terhadap  aspek kebudayaan.

Berdasarkan berbagai argumentasi di atas maka penulis   merasa penting dan tertarik untuk mengangkat  judul dengan dampak  budaya politik pemerintah terhadap  masyarakat kampung sebagai objek  fenomena sosial yang hendak dikaji secara mendalam tentang permasalahan tersebut.

Lampiran pesawat yang sudah lending dan cek out di lapangan.

 

 

 

 

 

 

Gambar 1: Pesawat Cenderawasih air.

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 2 : Pesawat susi Air.

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                                            

Gambar 3: Pesawat AMA Pilatus.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Email :

PRIMA MENOLAK OTSUS JILID II. SOLUSI DEWAN RAKYAT PAPUA (DRP).

*Tolak Evaluasi Otsus Jilid II* *Dewan Rakyat Papua (DRP) Solusi Untuk Tanah Papua*   Evaluasi terhadap Undang-undang N0.21 Tahun 2001 tenta...