Tampilkan postingan dengan label #Milenial_Marginal🌷🙏. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Milenial_Marginal🌷🙏. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 November 2020

KISAH HIDUP IALAH MOTIVASI YANG KEKAL.

Mengapa saya miskin dan selalu dalam kesulitan hidup?’
...............................................................
Oleh : Pontius Omoldoman.
Ada seorang yang miskin bertanya pada sang guru bijak, “Mengapa aku menjadi orang yang sangat miskin dan selalu mengalami kesulitan hidup?”

Sang guru menjawab, “Karena engkau tidak pernah berusaha untuk memberi pada orang lain.”

“Tapi saya tidak punya apapun untuk di berikan pada orang lain?”

“Sebenarnya engkau masih punya banyak untuk engkau berikan pada orang lain.”

“Apakah itu, guru bijak?”

Sang guru mejawab,

“1. Dengan mulut yang engkau punya,
engkau bisa berikan senyuman dan pujian.
2. Dengan mata yang engkau punya,
engkau bisa memberikan tatapan yang lembut.
3. Dengan telinga yang engkau punya,
engkau bisa memberikan perhatian.
4. Dengan wajah yang engkau punya,
engkau bisa memberikan keramahan.
5. Dengan tangan yang engkau punya,
engkau bisa memberikan bantuan dan pertolongan pada orang lain yang membutuhkan dan masih banyak lagi.

Jadi sesungguhnya kamu bukanlah miskin, hanya saja engkau tidak pernah mau memberi pada orang lain.
Itulah yang menyebabkan orang lain juga tidak pernah mau memberikan apapun pada dirimu.
Engkau akan terus seperti ini jika engkau tidak mau memberi dan berbagi pada orang lain dan siapapun.

Pulanglah dan berbagilah pada orang lain dari apa yang masih engkau punya, agar orang lain juga mau berbagi denganmu.”

Sang guru bijak telah memberi pelajaran bahwa memberi tidak ditentukan oleh seberapa besar atau kecil, tapi berdasarkan kebutuhan.

Kebencian tidak ditentukan oleh seberapa dalam atau dangkalnya, tapi berdasarkan seberapa terlukanya orang tsb.

Oleh karena itu, kita mesti berhati-hati terhadap apa yang kita ucapkan, apa yang kita perbuat sehari-harinya, jangan pernah meremehkan perbuatan baik yang kecil, namun jangan melakukan perbuatan buruk sekecil apapun.
..................................................................
Jangan ragu menanam kebaikan, walau bukan tumbuh saat ini, kelak nanti akan tumbuh, bila bukan kita yang menikmati nanti akan ada yang menikmati. Kita? kita akan dapat bagiannya bagaimanapun juga

Karena kebaikan itu menginspirasi yang lain untuk melakukan yang sama, memiliki kekuatan untuk mengubah manusia. Dan kebaikan itulah yang abadi, yang diingat dan dikenang oleh manusia saat kita sudah tidak ada.
Berbuat baiklah tanpa melihat waktu dan tempat, berbuat baiklah pada manusia. Entah sesiapa yang melihat ada yang mengikuti atau ada yang tertahan keburukannya karena melihat kebaikan itu.
Berbuat baiklah, kita takkan menyesal.
...........................................................
Gagal dan sukses itu seperti permainan dadu. Lima sisi dadu yang lain adalah gagal, sedangkan angka 6 adalah sukses. Semakin sering Anda melempar dadu, semakin besar kemungknan Anda akan mendapatkan angka 6. Semakin sering Anda mencoba dan gagal, berarti semakin dekat Anda dengan kesuksesan.
Seorang Ibu yang sedang menggendong bayi dan diberi pistol untuk menembak sasaran tembak, tidak akan berhasil mengenai sasaran dengan tepat jika hanya diberi 7 peluru. Namun bisa saja ibu tersebut berhasil menembak dengan tepat jika dia dibekali 100.000 peluru.

Itulah yang disebut dengan hukum probabilitas. Semakin banyak mencoba, semakin besar kemungkinan berhasil.

Sukses hanya masalah statistik, masalah waktu, masalah hitung-hitungan saja. Semakin banyak orang yang bilang tidak, berarti semakin dekat dengan orang yang akan bilang ya. Semakin sering melempar dadu, semakin besar kemungkinan akan muncul angka 6.
.................................................................
Dari motivasi yang saya membagikan di atas ini membuka kembali dimana masa susah saya waktu masih duduk dalam studi. 
Dari sejak saya mulai masuk SD pada tahun 1999 di SD Inpres Kosarek, Distrik kosarek, kab. Yahukimo, Waktu itu saya menangis kepada kaka saya yang sudah menjadi Alm untuk menulis surat permohonan atau semacam catatan untuk melaporkan diri ke sekolah,  waktu yang kesamaan teman saya yang sudah menjadi Alm juga menangis ke kakanya untuk masuk sekolah sama2 (SD), Ternyata teman saya tidak di ijinkan masuk, saya lanjut, setelah 6 tahun lamanya dengan usia yang masih produktif sekitar 13/ 14 tahun saya selesai, setelah selesai saya terus menangis ke wamena untuk melanjutkan SMP Tahun 2006, Saya waktu itu tidak tahu ke wamena, setelah tamat saya bawa uang 100rbu ke wamena, dalam masa itu sy tidak tahu cara masuk sekolah, tetapi anak saya Yulius Miram telah menguruskannya dan saya masuk di SMP N 2 Wamena sekolaj sore, Dalam proses mengikuti semua pelajar mengejar di sekolah, tinggal di gubuk yang kecil dengan menamakan gubuk kosarek, kita tinggal disitu tidur di atas tikar buatan orang dengan mengalaskan karton dan karbet, ternyata karena tidur di atas karbet tanpa pola makan yang terbatas saya jatuh sakit dengan batuk yang keras dan hampir saya lewat, tetapi saya di doakan oleh Alm Kepala desa I. Suhuniap dengan membelikan selimut dan karbet dan di doakan serta dibantu dengan suntik sekitar 10x oleh mama terbot saya sembuh. Setelah sembuh dari sakit kita di isuhkan dengan ada rencana kerusuhan, semua orang mulai angkat barang, saya dengan kk G. Mulikma, Yanai mulikma, kita semua hantam jalan kaki dengan sebuah sayur gol 3 menuju ke kampung, kita jalan kaki 3 hari bermalam di jalan pelantara tiba di kampung dengan hanya sayur gol 1 buah.#Sadis. 
Setelah tiba di kampung, tinggal begini kita dapat info baru bahwa kk Naftali dari manokwari meminta uang, kita 3 mulai start jalan kaki, balik tiba di wamena situasi sudah nyaman. Kembali ke sekolah, saya mulai fokus sampai dengan selesai SMP Tahun 2008/2009. Setelah ujian libur ke kampung bawa uang hanya 900,000 untuk tujuan lanjut SMA, Saya daftar di SMA YPK BETLEHEM WAMENA, Saya di terima masuk, sampai di kelas 3 saya ikut seleksi beasiswa lanjut pilot di jepang melalui beasiswa, Setelah sy tes, ternyata hasilnya saya lolos dan dibebankan tiket semua peserta yang lolos kumpul 20juta, Ternyata sya konsul ke desa saya dapat tolak untuk tidak mau bantu, saya mengalah. 
Setelah akhir dari SMA Ujian saya lolos, sy ikut seleksi SLSB masuk uncen, saya lolos, saya punya persiapan finansial tidak cukup, uang saya hanya 5juta, sy tidak tahu di jayapura, setelah ujian trun ke jayapura, sy bingung, dengan ketidaktuan saya, sy di bantu masuk oleh kk G.M.Saya mulai masuk di uncen jurusan antropologi tahun 2011. Waktu semester saya saya jatuh sakit malaria kombinasi, saya hampir lewat tetapi saya pulih kembali, waktu itu saya pernah pusing di gunung kampus uncen baru di atas setelah saya pulang kuliah dari abe, sy pusing di gunung di atas, sampai jam 7 malam saya di gigit semut merah di mulut dan saya kaget bangun. 
Sampai dengan Naik semester 6 Kaka kandung saya Alm Habel Omoldoman meninggal tanggal 27 April tahun 2013/2014. Waktu itu sebelum kk saya meninggal saya hampir di gigit ular di rumah pengasuh As. Liborang, hari besoknya saya dengar berita kk ku meninggal. 
Setelah saya meminta kursi pulang ke kampung, Sy dapat kursi dari sentani ke kosarek, sy dapat kursi dan ikut berangkat, sampai di kosarek mulai naik ke kampung, Saya sampai di kampung ternyata kaka saya masih nafas terakhir, saya masuk sambil menangis, karena nafas akhir saya masuk dan saya berkata kaka saya ada datang dari jayapura, kk bilang haaa langsung tutup nafas. 
Setelah pemakaman saya tidak ingin pulang lanjut, karena kk yang sponsor sudah tidak ada. Terpaksa saya pulang ke jayapura dan menjual diri menjadi pimpinan mahasiswa di kampus, waktu itu tahun 2015 saya terpilih menjadi Ketua MPM Uncen, melalui ini saya dapat beasiswa hingga saya selesai tanpa membayar uang administrasi. 

Semoga bermanfaat.
Milenial_Muda_Papua.
#Save_Milenial.
#Save_Milenial_Pinggiran.
🌷🦗💪💪💪

PRIMA MENOLAK OTSUS JILID II. SOLUSI DEWAN RAKYAT PAPUA (DRP).

*Tolak Evaluasi Otsus Jilid II* *Dewan Rakyat Papua (DRP) Solusi Untuk Tanah Papua*   Evaluasi terhadap Undang-undang N0.21 Tahun 2001 tenta...