Tampilkan postingan dengan label Semangat Juang.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semangat Juang.. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2020

POLITIK IDENTIK DENGAN FILOSOFI CATUR.

A. |*FILOSOFI CATUR*|
...................................
Manusia itu dilandasi 'perjalanan' apapun itu tetaplah berpegang teguh pada "Keyakinan" dan "Kemampuan Diri", karena pada hakekatnya Manusia itu mempunyai "Kekurangan" dan "Kelebihan". *Namun disisi lain ada banyak hal yg tidak bisa dilakukan maka "sehebat apapun Manusia tetaplah membutuhkan Allah" untuk menyempurnakan*.
Setiap 'langkah' dalam perjalanan hidup tetaplah akan menentukan masa depan untuk mencapai Tujuan,sadar tidak sadar bahwa apa yg dilakukan sekarang menjadi 'Penentu' dimasa mendatang. Lihatlah Pion walau kecil langkahnya tak pernah 'mundur',Raja bisa mati oleh bidak dari lawan tak peduli oleh Pion atau lainnya. Ratu terasa sangat penting seolah tak bersemangat bila tak ada walau kemungkinan berhasil sangat kecil. Benteng jalannya lurus, Menteri jalannya miring sedangkan Ratu bisa kesegala arah tidak seperti Kuda.

"Peran inilah yg membuat kita tidak sama dengan orang lain walaupun kita ingin seperti mereka karena semuanya sudah ada 'suratan' dari Allah Ta'ala". Kotak hitam dan putih punya konsekuensinya tersendiri,inilah pilihan yg harus diambil walau kadang 'sepele' bisa saja 'jatuh' dan bisa juga 'bangun'.

B. PENJARA PIKIRAN
Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran dia bertanya,
“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku,padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan,

“Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan.”

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman,tradisi, dan semua itu membuat kita terpenjara dalam kotak semua yang mementahkan potensi kita.

Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dgn tali yang terikat pada pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kaki nya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil…

Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin kita capai. Sakit memang, lelah memang,tapi jika kita sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. 

Pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang di pilihkan orang lain untuk kita.
Begitulah hidup harus 'cermat' dalam 'tindakan'Pilihan, juga harus hati2 melihat 'peluang' dan 'tantangan'. Harus 'Sabar' untuk mencapai 'Kemenangan'. 

Membangun opini perbedaan ialah musuh kita bersama.
#Milenial_marginal_Papua✌💪

PRIMA MENOLAK OTSUS JILID II. SOLUSI DEWAN RAKYAT PAPUA (DRP).

*Tolak Evaluasi Otsus Jilid II* *Dewan Rakyat Papua (DRP) Solusi Untuk Tanah Papua*   Evaluasi terhadap Undang-undang N0.21 Tahun 2001 tenta...