Kamis, 27 Agustus 2020

Markus imbiri menulis di status Face booknya.

Markus imbiri menulis di status Face booknya.

Akhir tanun 2018 saya bolak balik Pulau Jawa, saya Tidak Lihat 1 Poster/Baliho CALEG Orang Papua di Jawa !!! Tapi di Papua, Ramai2 Orang Papua Sibuk beri Dukungan ke orang Non Papua. Bahkan sampai Hak Anak Adat pun di berikan !!!

MURAHAN Sekali Ternyata.
MISKIN Sekali Ternyata.

2019 Orang Papua Wajib tau Identitas dan Jati Dirinya.

Jangan mau di Bodohi dengan POLA PIKIR LAMA yang mengatakan PAPUA KAYA....orang di Pulau Jawa banyak yang miskin dan Hidup di bawah kolong jembatan dan pengemis...STOP DENGAN PIKIRAN ITU.

Yang MISKIN itu Papua...lihat Index Pembangunan Manusia (IPM) Papua dan Papua Barat no urut terakhir tooo.

Hitung Dana APBD dan Dana OTSUS Papua di bandingkan dengan APBD Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat apalagi Jawa Timur....jumlah untuk kita di Papua sedikit (padahal kita Otonomi Khusus) !

Ingat juga bahwa kita masih pake OTSUS tahun 2001, satu produk Hukum yg TIDAK PERNAH BERBUBAH, padahal saat ini sudah 2019, tentu banyak perubahan yang HARUSNYA tercover dalam UU OTSUS ini.

Papua sangat Lucu kan ?

Emas Freeport ya...kam tau sendiri berapa Saham yang Indonesia dapat dan berapa saham yang Papua dapat !

Jumlah Orang Asli Papua, sampai saat ini kita belum tau pasti karena pihak Data dan Perencanaan enggan untuk publikasi karena takut akan menimbulkan Konflik.

Kota/kabupaten di Papua yang pakai nama Tuhan, Kemuliaan Tuhan, Iman dan Hadirat Tuhan namun tetap saja tunduk di bawah pengusaha MIRAS.

Hampir setiap hari orang Papua Mati karena Miras, KDRT, HIV AIDS dan juga Lakalantas akibat miras.

Hari hari di sepanjang jalan ad teriakan ADA ADA ADA untuk menjual Miras.

Toko, Swalayan Hingga Mall di seantero Tanah Papua ini SEDIKIT SAJA orang Papua yang menjadi pelayan, marketing atau manager. Paling Orang Papua hanya sebagai Satpam atau Juru Parkir.

Banyak Bank, Toko, Hingga Pasar dengan Nama PAPUA tapi kredit atau pegawai nya Orang Papua sangat minim.
Melihat Wajah Orang Papua yang KERITING, GIGI PINANG saja Bank sudah Tolak untuk berikan pinjaman kredit atau modal usaha.

Pejabat Papua pun acu tak acu dengan keadaan ini. Anggota DPR pun sama, tak mampu mengalahkan KEPUTUSAN SAKTI yang keluar dari Ikatan Kerukunan Keluarga Non Papua.
Bahkan mereka bisa rekomendasikan sosok mereka untuk jadi Wakil Bupati hingga Bupati  dan Pejabat dengan jabatan strategis.

2019 adalah tahun Politik, silahkan tentukan pilihan kalian Wahai Rakyat Papua.

Silahkan pilih warga Non Papua, namun WAJIB lihat mereka dari latar belakang hidupnya. Pilih orang yg tinggal hidup lama di Papua. 

Selebihnya pilihan Orang Papua dan berikan kontrak Politik yang Kuat, Jelas dan py sangsi agar dapat membawa perubahan bagi Papua.

Karena kelemahan kita di Papua adalah TIDAK BISA USIR orang yang datang Hidup di Papua baik lewat Kapal laut atau Pesawat.

Salam 

Note : ini status tak bermaksud menyinggung SARA, cuman refleksi biasa dari Fakta fakta yang terjadi 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Email :

PRIMA MENOLAK OTSUS JILID II. SOLUSI DEWAN RAKYAT PAPUA (DRP).

*Tolak Evaluasi Otsus Jilid II* *Dewan Rakyat Papua (DRP) Solusi Untuk Tanah Papua*   Evaluasi terhadap Undang-undang N0.21 Tahun 2001 tenta...