SIKAP DAN KOMITMEN KESUKSESAN.
Kerja ikhlas adalah perilaku yang
ditunjukkan seseorang dalam bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menghasilkan
sesuatu yang baik dengan dilandasi hati yang tulus dan merasa tanpa ada beban
dalam menyelesaikannya. Mereka yang bekerja dengan penuh keikhlasan hati banyak
didasari oleh cara berpikir mereka yang positif. Para calon pemimpin yang demikian tidak mengutamakan mencari keuntungan yang
sebesar-besarnya pada saat awal memulai menjalankan kepercayaannya, tetapi mereka
lebih mementingkan kepuasan batinnya dalam memilih sejalan tersebut.
Masalah uang atau materi bukan menjadi prioritas urutan pertama yang memotivasi
mereka dalam bekerja, melainkan kebutuhan untuk berprestasilah yang lebih
mendorong mereka dalam bekerja.
Hal lain yang dapat mendorong
seseorang bekerja secara ikhlas adalah karena pemilihan bidang usaha atau
bisnis yang sesuai dengan hobi dan kesenangan wirausahawan itu sendiri.
Sehingga hobi kesenangan wirausahawan itu sendiri. Sehingga hobi atau
kesenangannya itulah yang menjadi perangsang untuk menyelesaikan pekerjaannya
dengan sebaik-baiknya dan penuh keikhlasan dalam memberikan pelayanan kepada para
konsumennya dengan terus berusaha menciptakan produk yang berkualitas tinggi.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan
bahwa alasan-alasan yang mendorong seseorang untuk bekerja ikhlas antara lain
sebagai berikut :
- Cara berpikir Kita yang positif
- Kebutuhan untuk berprestasi dalam bekerja
- Pemilihan bidang uisaha yang cocok dengan hobi/kesenangan wirausahawan.
- Memberikan pelayanan yang terbaik pada pada konsumen.
Bekerja dengan keikhlasan akan
membawa kemajuan hidup seseorang dalam bidang pekerjaan atau bisnis apapun
juga, karena pada intinya bekerja dengan ikhlas adalah bekerja dengan cara
berbuat yang terbaik untuk masyarakat luas maupun untuk dirinya sendiri di masa
depan. Karena setiap perbuatan yang kita lakukan sekarang akan kita nikmati
hasilnya di masa depan.
2.
Kerja Mawas Diri Dari Rasa Emosional
Kerja mawas diri dari rasa emosional
artinya bekerja tanpa pengaruh oleh perasaan maupun kemarahan yang sedang
melanda jiwa kita. Misalnya, tidak tepat jika menggunakan pelanggan atau
konsumen kita sebagai sasaran pelampiasan rasa marah kita, meskipun emosi kita
sedang meluap-luap. Kemudian pada saat itu datang konsumen yang sangat sulit
dilayani atau mungkin tipe konsumen yang emosional pula. kita tidak
boleh terpancing emosinya dan melayani bertengkar dengan konsumen meskipun
perilaku mereka kadang-kadang sangat menyebalkan. Sikap dan perilaku mawas diri
yang harus kita kedepankan disini rasa emosional yang besar harus dapat kita
kalahkan, karena dengan kesabaran dan mawas diri inilah kita akan mendapatkan
kemenangan sebagai pemimpin.
Kita juga harus dapat
membedakan urusan pribadi dengan urusan kepercayaan, jangan sampai kemarahan
yang berasal dari rumah ikut mempengaruhi kinerja di pengabdian. Kita
yang ingin sukses harus mawas diri dalam arti lebih mengenal kepribadiannya
sendiri terutama yang berkaitan dengan kelemahan-kelemahan maupun kekurangan
yang dia miliki dan harus dikurangi sedikit demi sedikit kemudian berusaha
untuk mengubah menjadi hal-hal positif dan menjadi kelebihan untuk pribadinya.Kerja Cerdas
Kerja cerdas adalah pandai
memperhitungkan risiko, mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi,
sehingga mencapai keberhasilan. Pemimpin yang bekerja dengan cerdas dalam
menjalankan usahanya selain menggunakan model berupa benda fisik juga pasti
menggunakan modal abstrak. Faktor-faktornya adalah sebagai berikut.
- Pikiran
Pikiran dapat digunakan untuk menghasilkan gagasan.
Gagasan tersebut dapat menghasilkan barang ataupun jasa yang dapat memakmurkan
kehidupan manusia. Pusat pemikiran manusia ada di otak. Jika otak digunakan
untuk berpikir postif, maka akan menguntungkan si pemikirnya maupun orang lain.Kita harus menggunakan modal karunia Tuhan yang paling berguna ini untuk
menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
- Pendidikan dan Pengalaman
Pemimpin yang cerdas dalam bekerja dapat
memanfaatkan pendidikan dan pengalamannya sebagai modal menjalankan usahanya.
Meskipun pendidikan tidak selalu menjadi jaminan kesuksesan usahawan,
tetapi pendidikan yang cukup akan banyak menolong orang berpikir ilmiah,
analisis dan logis. Sedangkan pengalaman sudah pasti merupakan modal penting
untuk mengabdi. Karena pengalaman adalah guru yang paling berharga bagi
kesuksesan seseorang. Semakin lama orang berkecimpung pada bidang yang sama
maka dia akan semakin mahir dan berpengalaman pada bidang tersebut.
- Waktu
Waktu juga merupakan modal yang sangat berharga,
terutama dalam menentukan laju dan efisiensi usaha seseorang yang mau merebut impiannya.
Apakah waktu yang berharga akan dibiarkan berlalu begitu saja? Apakah kita
ingin merugi ataukah ingin menggunakan waktu seefisien mungkin? Karena waktu
itu sangat terbatas, yaitu harganya 24 jam dalam satu hari, sementara masalah
atau hal-hal yang harus ditangani atau diselesaikan sangat banyak, maka pemimpin haruslah menetapkan sistem prioritas. Waktu harus benar-benar dapat
dimanfaatkan untuk pekerjaan yang produktif karena hanya dengan cara itu setiap sikap akan dapat mengabdi dan beribadah dengan baik. Hal
penting yang berkaitan dengan waktu adalah kesempatan dan efisiensi.
- Perbuatan Baik
Perbuatan baik harus disadari oleh para Pelaku dalam (beragam sudut)
atau siapapun yang ingin sukses sebagai modal bagi masa depannya. Berbuat baik
mengandung berbagai pengertian diantaranya, baik hati, dermawan, suka menolong,
adil, berjiwa besar, sikap terpuji, dan lain-lain.
Pemimpin yang bekerja dengan cerdas menyadari bahwa
tiap perbuatan atau aksi seseorang akan menimbulkan tanggapan orang lain. Oleh
karena itu, tiap perbuatan yang dilakukannya untuk konsumen, relasi bisnis
maupun pada siapapun harus diikuti oleh niat, keinginan, dan tujuan yang akan
menguntungkan untuk masa depan usahanya sekaligus untuk beribadah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Email :