Minggu, 17 September 2017


SIKAP DAN KOMITMEN KESUKSESAN.
Kerja ikhlas adalah perilaku yang ditunjukkan seseorang dalam bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menghasilkan sesuatu yang baik dengan dilandasi hati yang tulus dan merasa tanpa ada beban dalam menyelesaikannya. Mereka yang bekerja dengan penuh keikhlasan hati banyak didasari oleh cara berpikir mereka yang positif. Para calon pemimpin yang demikian tidak mengutamakan mencari keuntungan yang sebesar-besarnya pada saat awal memulai menjalankan kepercayaannya, tetapi mereka lebih mementingkan kepuasan batinnya dalam memilih sejalan tersebut. Masalah uang atau materi bukan menjadi prioritas urutan pertama yang memotivasi mereka dalam bekerja, melainkan kebutuhan untuk berprestasilah yang lebih mendorong mereka dalam bekerja.
Hal lain yang dapat mendorong seseorang bekerja secara ikhlas adalah karena pemilihan bidang usaha atau bisnis yang sesuai dengan hobi dan kesenangan wirausahawan itu sendiri. Sehingga hobi kesenangan wirausahawan itu sendiri. Sehingga hobi atau kesenangannya itulah yang menjadi perangsang untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya dan penuh keikhlasan dalam memberikan pelayanan kepada para konsumennya dengan terus berusaha menciptakan produk yang berkualitas tinggi.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa alasan-alasan yang mendorong seseorang untuk bekerja ikhlas antara lain sebagai berikut :
  1. Cara berpikir Kita  yang positif
  2. Kebutuhan untuk berprestasi dalam bekerja
  3. Pemilihan bidang uisaha yang cocok dengan hobi/kesenangan wirausahawan.
  4. Memberikan pelayanan yang terbaik pada pada konsumen.
Bekerja dengan keikhlasan akan membawa kemajuan hidup seseorang dalam bidang pekerjaan atau bisnis apapun juga, karena pada intinya bekerja dengan ikhlas adalah bekerja dengan cara berbuat yang terbaik untuk masyarakat luas maupun untuk dirinya sendiri di masa depan. Karena setiap perbuatan yang kita lakukan sekarang akan kita nikmati hasilnya di masa depan.
2.      Kerja Mawas Diri Dari Rasa Emosional
Kerja mawas diri dari rasa emosional artinya bekerja tanpa pengaruh oleh perasaan maupun kemarahan yang sedang melanda jiwa kita. Misalnya, tidak tepat jika menggunakan pelanggan atau konsumen kita sebagai sasaran pelampiasan rasa marah kita, meskipun emosi kita sedang meluap-luap. Kemudian pada saat itu datang konsumen yang sangat sulit dilayani atau mungkin tipe konsumen yang emosional pula. kita tidak boleh terpancing emosinya dan melayani bertengkar dengan konsumen meskipun perilaku mereka kadang-kadang sangat menyebalkan. Sikap dan perilaku mawas diri yang harus kita kedepankan disini rasa emosional yang besar harus dapat kita kalahkan, karena dengan kesabaran dan mawas diri inilah kita akan mendapatkan kemenangan sebagai pemimpin.
Kita juga harus dapat membedakan urusan pribadi dengan urusan kepercayaan, jangan sampai kemarahan yang berasal dari rumah ikut mempengaruhi kinerja di pengabdian. Kita yang ingin sukses harus mawas diri dalam arti lebih mengenal kepribadiannya sendiri terutama yang berkaitan dengan kelemahan-kelemahan maupun kekurangan yang dia miliki dan harus dikurangi sedikit demi sedikit kemudian berusaha untuk mengubah menjadi hal-hal positif dan menjadi kelebihan untuk pribadinya.
Kerja Cerdas
Kerja cerdas adalah pandai memperhitungkan risiko, mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi, sehingga mencapai keberhasilan. Pemimpin yang bekerja dengan cerdas dalam menjalankan usahanya selain menggunakan model berupa benda fisik juga pasti menggunakan modal abstrak. Faktor-faktornya adalah sebagai berikut.
  1. Pikiran
Pikiran dapat digunakan untuk menghasilkan gagasan. Gagasan tersebut dapat menghasilkan barang ataupun jasa yang dapat memakmurkan kehidupan manusia. Pusat pemikiran manusia ada di otak. Jika otak digunakan untuk berpikir postif, maka akan menguntungkan si pemikirnya maupun orang lain.Kita harus menggunakan modal karunia Tuhan yang paling berguna ini untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
  1. Pendidikan dan Pengalaman
  Pemimpin yang cerdas dalam bekerja dapat memanfaatkan pendidikan dan pengalamannya sebagai modal menjalankan usahanya. Meskipun pendidikan tidak selalu menjadi jaminan kesuksesan usahawan, tetapi pendidikan yang cukup akan banyak menolong orang berpikir ilmiah, analisis dan logis. Sedangkan pengalaman sudah pasti merupakan modal penting untuk mengabdi. Karena pengalaman adalah guru yang paling berharga bagi kesuksesan seseorang. Semakin lama orang berkecimpung pada bidang yang sama maka dia akan semakin mahir dan berpengalaman pada bidang tersebut.
  1. Waktu
Waktu juga merupakan modal yang sangat berharga, terutama dalam menentukan laju dan efisiensi usaha seseorang yang mau merebut impiannya. Apakah waktu yang berharga akan dibiarkan berlalu begitu saja? Apakah kita ingin merugi ataukah ingin menggunakan waktu seefisien mungkin? Karena waktu itu sangat terbatas, yaitu harganya 24 jam dalam satu hari, sementara masalah atau hal-hal yang harus ditangani atau diselesaikan sangat banyak, maka pemimpin haruslah  menetapkan sistem prioritas. Waktu harus benar-benar dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan yang produktif karena hanya dengan cara itu setiap sikap akan dapat mengabdi dan beribadah dengan baik. Hal penting yang berkaitan dengan waktu adalah kesempatan dan efisiensi.
  1. Perbuatan Baik
Perbuatan baik harus disadari oleh para Pelaku dalam (beragam sudut) atau siapapun yang ingin sukses sebagai modal bagi masa depannya. Berbuat baik mengandung berbagai pengertian diantaranya, baik hati, dermawan, suka menolong, adil, berjiwa besar, sikap terpuji, dan lain-lain.
 Pemimpin yang bekerja dengan cerdas menyadari bahwa tiap perbuatan atau aksi seseorang akan menimbulkan tanggapan orang lain. Oleh karena itu, tiap perbuatan yang dilakukannya untuk konsumen, relasi bisnis maupun pada siapapun harus diikuti oleh niat, keinginan, dan tujuan yang akan menguntungkan untuk masa depan usahanya sekaligus untuk beribadah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Email :

PRIMA MENOLAK OTSUS JILID II. SOLUSI DEWAN RAKYAT PAPUA (DRP).

*Tolak Evaluasi Otsus Jilid II* *Dewan Rakyat Papua (DRP) Solusi Untuk Tanah Papua*   Evaluasi terhadap Undang-undang N0.21 Tahun 2001 tenta...