I.PENGANTAR.
Nama : PONTIUS OMOLDOMAN.
Siapa sebenarNya bernama pontius omoldoman,artinya menurut kebenaran adalah seorang murid yang pernah menyangkal Tuhan yesus hal ini tidak asing untuk dapat mengenal dari entah yang mengenal maupun yang tidak mengenal.Menurut teori pengantar antropologi agama secara manusia yang berakal budi tentu dapat ditelusuri dan dapat dipahami nama ini secara ilmiah karena adanya nyata tertulis dalam firman Allah.
Secara teori bakat setiap manusia memiliki nama tersendiri yang unik begitupula memiliki makna yang luas, dalam konteks ini nama yang ditrunkan oleh orang tua untuk dapat menamai merupakan suatu peghormat dari orang tua, karean nama tersebut tentunya dapat disebut maupun dapat digunakan sebagai penyebutan sehari hari,walapun telah dipanggil Tuhan namun nama tetap dikenang lalu nyawa tetap dipanggil Allah.
Biografi Pontius Omoldoman.
1. Telah menyelesaikan pendidikan dasar, pada SD inpres kosarek, distrik kosarek, kabupaten yahukimo, telah tamat tahun 2005.
2. Telah menyelesaikan sekolah pendidikan menengah SMP Negeri 2 wamena, kabupaten Jayawijaya pada tahun 2008.
3. Telah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah Atas SMA YPK Betleham wamena kabupaten jayawijaya tahun 2011.
4. Telah menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi di universitas cenderawasih kabupaten jayapura tahun 2016.
II. PENGALAMAN APA YANG DIPEROLEH.
1. Sekretaris Ketua kelas SMP N. Terbuka yang terletak di samping lapangan sepak bola pendidikan wamena, dalam berstudi disini saya lebih banyak bergaul dengan kawan-kawan seperjuangan dari wilayah timur wamena, dari kampung sali, panggema dan Angguruk saat Sekolah dasar saya memakan waktu sebanyak 6 tahun, saya masuk SD pada usia 8 tahun sampai selesai pada usia 13 tahun.
Pada usia yang 14 tahun saya masuk SMP, Kenapa saya masuk SD pada usia SMA sebenarnya, hal ini tidaklah heran karena kedudukan sekolah dasar yang terletak pada daerah terpencil tentunya lepas kendali perhatian pemerintah, sehingga dampak ketidakaktifan tenaga mengajar sering mengorbankan sumber daya manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Email :