MENGAPA MANUSIA SALING MEMBUTUHKAN KEBERSAMAAN.
PENGANTAR.
- Mengapa Manusia membutuhkan pendidikan ?. Pertanyaan ini sepintas mudah untuk dijawab akan tetapi jawaban tersebut terkadang masih mengambang dan tidak memberikan jawaban sesuai dengan subtansi pertanyaan. Dari penjelasan sebelumnya bahwa manusia membutuhkan pendidikan disebabkan manusia sangat labil dan dinamis. Labil karena manusia sejak pertama dilahirkan belum memiliki kemapuan untuk dapat mempertahankan dan memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga dengan pendidikan manusia dapat degan serta merta menguasai berbagai kompotensi yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupannya. Manusia bersifat dinamis karena manusia selalu termotivasi untuk senantiasa melakukan perubahan dalam kehidupannya.
- Sebagai illustrasi Manusia dibandingkan dengan binatang, manusia lahir tidak mempunyai kemampuan untuk berjalan sendiri, makan sendir dan memenuhi kebutuhannya sendiri akan tetapi masih mebutuhkan bantuan orang lain yang ada disekitaranya. Berbeda dengan binatang, Ikan misalnya sejak telur ikan menetas maka ikan tersebut secara spontan dapat berenang dan mencari makanan sendiri, sehingga biatang seperti ikan tersebut tidak membutuhkan pendidikan khuus untuk dapat menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Hal ini tentu sangat berbeda dengan manusia.
- Persoalannya kemudian bahwa kemampuan ikan berenang apakah dapat dikategorikan sama dengan kemampuan manusia menangis ketika lahir. Manusia sejak lahir telah memiliki kemampuan untuk menangis sebagai bentuk, dasar dari respon manusia terhadap hal-hal tertentu. Dan hal tersebut tidak melalui proses pendidikan. Akan tetapi secara spontanitas semua bayi “menangis” ketika lahir.
- Dari asumsi tersebut, kami masih beranggapan bahwa sesungguhnya manusia membutuhkan pendidikan selain karena memang manusia memiliki sikap labil dan statis juga karena potensi kemanusiaan yang dimilikinya (Akal) Sehingga dengan potensi tersebut manusia dapat dididik dan dilatih untuk mengambangkan kemampuan dan potensinya yang berkaitan dengan Cipta, Rasa dan Karsa Manusia.
- Manusia disebut “Homo Sapiens”. Artinya, makhluk yang mempunyai kemampuan untuk berilmu pengetahuan. Salah satu insting manusia adalah selalu cenderung ingin mengetahui segala sesuatu disekelilingnya, yang belum diketahuinya. Berawal dari rasa ingin tahu maka timbulah ilmu pengetahuan.
- Dalam hidupnya manusia digerakan sebagian oleh kebutuhan untuk mencapai sesuatu, dan sebagian lagi oleh tanggung jawab sosial dalam masyarakat. Manusia bukan hanya mempunyai kemampuan-kemampuan, tetapi juga mempunyai keterbatasan-keterbatasan, dan juga tidak hanya mempunyai sifat-sifat yang baik, namun juga mempunyai sifat-sifat yang kurang baik.
- Menurut pandangan pancasila, manusia mempunyai keinginan untuk mempertahankan hidup dan menjaga kehidupan lebih baik. Ini merupakan naluri yang paling kuat dalam diri manusia. Pancasila sebagai falsafah hidup manusia Indonesia, memberikan pedoman bahwa kehidupan manusia didasarkan atas keselarasan, keserasian, dan keseimbangan, baik dalam hidup manusia sebagai individu, hubungan manusia dengan masyarakat, hubungan manusia dengan alam, hubungan bangsa dengan bangsa, dan hubungan manusia dengan Tuhannya, maupun manusia dalam mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah.
- Ajaran Islam memandang manusia sebagai tubuh, akal dan hati nurani. Potensi dasar manusia yang dikembangkan itu, tidak lain adalah bertuhan dan cenderung kepada kebaikan bersih dari dosa, berilmu pengetahuan serta bebas memilih dan berkreasi. kemampuan kreatif manusia pun berkembang secara bertahap sesuai ukuran tingkat kekuatan dan kelemahan unsur penunjang kreativitas seperti pendengaran, penglihatan serta pikiran. Sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi, manusia dituntut mampu mengelola alam dengan beragam ilmu pengetahuan.
- Tampaklah bahwa manusia itu sangat membutuhkan pendidikan. Karena melalui pendidikan manusia dapat mempunyai kemampuan-kemampuan mengatur dan mengontrol serta menentukan dirinya sendiri. Melalui pendidikan pula perkembangan kepribadian manusia dapat diarahkan kepada yang lebih baik. Dan melalui pendidikan kemampuan tingkah laku manusia dapat didekati dan dianalisis secara murni.
- A. Manusia sebagai makhluk pendidikan
- jadi lah kamu orang yang berilmu atau orang yang menuntut ilmu atau orang yang mendengarkan ilmu,atau orang yang mencintai ilmu,jangan lah engkau menjadi orang yang kelima sehingga engkau menjdi orang yang binasa.
- manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara mahkluk yang lain ciftaan allah SWT.salah satu kelebihan yang di miliki oleh manusia ialah manusia diberi akal pikiran dan nafsu yang tidak dimiliki oleh malaikat ,jin dan binatang.dengan akal ini lah di harap kan manusia bisa menggelola bumi ini dengan baik,untuk melakukan tugas yang berat tersebut maka manusia membutuhkan ilmu pengetahuan,hal ini lah yang menyebab kan manusia menjadi objek pendidikan,atau mahluk yang membutuhkan pendidikan.sebagai mana yang terdapat dalam a
- dari ayat tersebut kita memperoleh pengertian bahwa manusia adalah mahluk yang bisa di didik dan diajar.
- Untuk meningkatkan kualitas hidup, manusia memerlukan pendidikan, baik pendidikan yang formal, informal maupun nonformal. Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan manusia yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. "Hewan" juga belajar, tetapi lebih ditentukan oleh instinknya, sedangkan manusia belajar berarti merupakan rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menuju kehidupan yang lebih berarti. Anak-anak menerima pendidikan dari orang tuanya dan manakala anak-anak ini sudah dewasa dan berkeluarga, mereka akan mendidik anak-anaknya. Begitu juga di sekolah dan perguruan tinggi, para siswa dan mahasiswa diajar oleh guru dan dosen.

