Selasa, 15 Agustus 2017



Etika filsafat dan komunikasi merupakan salah satu mata kuliah pada jurusan Ilmu komunikasi yang merupakan cabang ilmu sosial. Manusia merupakan makhluk sosial, manusia tidak bisa dipisahkan dengan komunikasi. Setiap saat seseorang pasti memerlukan komunikasi untuk menyampaikan atau menerima pesan demi kelancaran bersosialisasi. Dalam berfikir manusia dididik biasa nya melalui pikiran akademiknya.Ternyata dalam konteks pemikiran akademik, perlu sekali didasari adanya perbedaan tiga jenis pemikiran akademik, yaitu pemikiran keilmuan, filsafat, dan teologi. Beberapa pendekatan ilmiah terhadap ilmu komunikasi pada dasarnya berusaha untuk mengungkapkan sesuatu yang lebih dari sekedar penglihatan mata telanjang. Common Sense (akal sehat, penalaran awam, anggapan umum) seringkali berguna untuk memahami sesuatu, namun tidak cukup mampu mengembangkan suatu pemahaman yang lebih mendalam tentang komunikasi manusia dan berbagai fenomena lainnya yang ada di dunia ini. Tanpa penelitian ilmiah secara sistematik, nampaknya sulit untuk mengatasi berbagai pandangan dan mitos yang selama ini sering digunakan dalam common sense, serta menggantikannya dengan pengetahuan objektif dan dinamis.untuk memahami komunikasi manusia dengan berbagai fenomena maka memahami etika dan filsafat komunikasi adalah penting. Makalah ini dibuat untuk melengkapi tugas Ujian Akhir Semester etika dan filsafat komunikasi.


1. Jelaskan bagaimana etika menjadi pedoman dalam komunikasi dan mengapa kita harus menjadi orang yang beretika? Berikan contoh kasusnya !
2. Jelaskan letak kajian filsafat meliputi ontologi, epistemologi, dan aksiologi pada salah satu bidang komunikasi yang anda pilih berikut ini (komunikasi interpersonal/komunikasi persuasif/komunikasi organisasi.
3. Menurut anda mengapa etika dibutuhkan dalam publikasi sebuah iklan? Buatlah analisis terhadap salah satu iklan yang melanggar etika atau kode etik periklanan yang anda temukan dan lampirkan pada jawabannya.
4. Jelaskan makna kebenaran sebagai salah satu nilai fundamental kehidupan manusia dan berikan tanggapan anda serta kaitkan dengan keadaan realitas saat ini mengenai pernyataan berikut.” Kebenaran dalam media masa saat ini menjadi hal yang krusial karena kebenaran versi media kadang kala berbeda dengan kebenaran versi masyarakat.”
5. Jelaskan apa yang sudah anda bahas melalui diskusi kelompok dan tampilkan contoh kasus setiap poinnya yaitu :
a. Etika komunikasi manipulasi media kekerasan dan pornografi
b. Menggali etika dan filsafat budaya lokal
1.3. Manfaat dan Tujuan
1. Mengetahui bagaimana etika menjadi pedoman dalam komunikasi dan mengapa kita harus menjadi orang yang beretika beserta contoh kasusnya.
2. Mengetahui letak kajian filsafat meliputi ontologi, epistemologi, dan aksiologi pada salah satu bidang komunikasi yang dipilih (komunikasi interpersonal/komunikasi persuasif/komunikasi organisasi).
3. Menjelaskan pendapat saya mengenai mengapa etika dibutuhkan dalam publikasi sebuah iklan, serta analisis terhadap salah satu iklan yang melanggar etika atau kode etik periklanan.
4. Mengetahui makna kebenaran sebagai salah satu nilai fundamental kehidupan manusia dan memberikan tanggapan serta mengkaitkan dengan keadaan realitas saat ini mengenai pernyataan.” Kebenaran dalam media masa saat ini menjadi hal yang krusial karena kebenaran versi media kadang kala berbeda dengan kebenaran versi masyarakat.”
5. Mengetahui apa yang sudah dibahas melalui diskusi kelompok dan menampilkan contoh kasus setiap poinnya yaitu :
a. Etika komunikasi manipulasi media kekerasan dan pornografi
b. Menggali etika dan filsafat budaya lokal
BAB II
1.1 Bagaimana etika menjadi pedoman dalam komunikasi dan mengapa kita harus menjadi orang yang beretika beserta contoh kasusnya.
Kata Etika berasal dari Yunani Kuno : “ethikos”, yang berarti “timbul dari kebiasaan”.
Etika adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Dengan kata lain etika itu adalah tata cara, pedoman, petunjuk dalam suatu hal.
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Etika menjadi pedoman dalam komunikasi untuk mencapai komunikasi yang efektif. Etika dalam bekomunikasi misalnya : Jujur tidak berbohong, Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik,Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien, Tidak mudah emosi / emosional, Berbahasa yang baik, ramah dan sopan,Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan. Kita harus menjadi orang yang beretika agar komunikasi yang kita lakukan berjalan efektif, sesuai dengan harapan dan mendapat feedback positif, sehingga tujuan kita akan tercapai.
Contoh kasusnya, saat saya sedang sakit, saya meminta izin kepada dosen karena tidak bisa hadir di kelasnya, saya menghubungi dosen melalui telepon, saat berkomunikasi dengan dosen berperanlah etika dalam komunikasi, saya berbicara dengan jujur, bahasa yang baik, jelas dan sopan, pertama saya ucapkan salam, saya perkenalkan diri saya barulah menyampaikan maksud saya, dengan begitu dosen pun mengerti dan memberikan ijin serta feedback yang positif, seperti “oh begitu, semoga lekas sembuh ya…”. jika kita tidak menggunakan etika dalam komunikasi, komunikasi tidak akan berjalan efektif. Misalnya saat menelpon dosen, tanpa salam dan langsung bilang,” bu saya Andi, saya gak bisa masuk nih, ijin ya bu..” itu adalah hal yang tidak sopan atau tidak beretika, sehingga feedback dari dosen terkadang negatif misalnya,”maaf anda siapa?” atau diabaikan karena dianggap tidak sopan.
1.2 Letak kajian filsafat meliputi ontologi, epistemologi, dan aksiologi pada bidang komunikasi Persuasif
Komunikasi persuasif adalah suatu proses, yakni proses mempengaruhi sikap, pendapat dan perilaku orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal.
Pada komunikasi persuasif terdapat tiga aspek penting yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi. Aspek ontologi, menyangkut pertanyaan apa yang dikaji oleh suatu ilmu, aspek epistemologi berkaitan dengan pertanyaan cara-cara memperoleh ilmu tersebut, dan aspek aksiologi berkenaan dengan pertanyaan penggunaan dari ilmu tersebut. Pada Aspek ontologi diberi pertanyaan apa yang dikaji dalam komunikasi persuasif yaitu ilmu mempengaruhi orang lain, pada aspek epistemologi pertanyaan mengenai cara memperoleh ilmu tersebut misalnya dengan mempelajari teknik-teknik komunikasi persuasif, dan aspek aksiologi tentang penggunaan ilmu tersebut, misalnya komunikasi persuasif digunakan oleh seorang marketing untuk mempromosikan produk yang dijualnya agar orang membelinya.
1.3 Mengapa etika dibutuhkan dalam publikasi sebuah iklan serta analisis terhadap salah satu iklan yang melanggar etika atau kode etik periklanan.
Publikasi sebuah iklan adalah suatu proses komunikasi, iklan sebagai sarana dan media komunikasi antara produsen dan konsumen, antara penjual dan pembeli. Etika dibutuhkan dalam publikasi sama halnya dengan komunikasi lain, yaitu bertujuan agar komunikasi menjadi efektif, sesuai dengan harapan, mendapat feedback positif sehingga tujuan kita akan tercapai agar ilkan diterima baik oleh khalayak sasaran iklan.
Saya mengambil sebuah contoh iklan yang melanggar etika atau kode etik periklanan, ada beberapa etika dalam periklanan misalnya etika secara umum yaitu :
jujur,tidak memuat konten yang tidak sesuai dengan kondisi produk yang diiklankan, Tidak memicu konflik SARA, Tidak mengandung pornografi, Tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, Tidak melanggar etika bisnis, contohnya: saling menjatuhkan produk tertentu dan sebagainya,Tidak plagiat.
disini saya menggunakan beberapa ketentuan-ketentuan umum juga etika yang terdapat dalam Etika Pariwara Indonesia (EPI) yang telah disepakati Organisasi Periklanan dan Media Massa, 2005.
KODE ETIK PERIKLANAN YANG DILANGGAR :
– Bahasa:
Iklan harus disajikan dalam bahasa yang bisa dipahami oleh khalayak sasarannya, dan tidak menggunakan persandian (enkripsi) yang dapat menimbulkan penafsiran selain dari yang dimaksudkan oleh perancang pesan iklan tersebut.
Namun pada iklan ini menggunakan bahasa yang ambigu “Goyang biji, Bijinya digoyang panas dalam hilang”. Kata-kata goyang biji itu memiliki konotasi beda terhadap beberapa masyarakat yang akan berfikir negatif dengan kata-kata itu. Pelanggaran etika publikasi iklan itu kini telah direvisi oleh pihak pembuat iklan yaitu dengan mengganti kata “GOYANG BIJI” menjadi “GOYANG SELASIH”
-Melanggar etika bisnis yaitu menjatuhkan produk orang lain.
Iklan bintang toedjoe ditelevisi yang nampak menyindir produk dari tolak angin karena bintang toedjoe masuk angin dalam iklan memiliki selogan yang agak menyindir produk tolak angin bintang toedjoe miliki selogan “ ORANG BEJO LEBIH UNTUNG DARI ORANG PINTAR” disini terlihat sekali produk bintang toedjoe menyindir produk dari tolak angin.

By. 
Omoldoman Pontius.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Email :

PRIMA MENOLAK OTSUS JILID II. SOLUSI DEWAN RAKYAT PAPUA (DRP).

*Tolak Evaluasi Otsus Jilid II* *Dewan Rakyat Papua (DRP) Solusi Untuk Tanah Papua*   Evaluasi terhadap Undang-undang N0.21 Tahun 2001 tenta...