DESKRIPSI TRADISI KEHIDUPAN MANUSIA.
Papua 15/08/2017. Ketika bicara tentang manusia, tentunaya kita melihat juga dari sudut bakat dan minat maupun karakter.
Bakat yang dimaksu adalah sifat pembawaan yang barangkali masih menetap dalam diri pada manusia itu sendiri. Artinya bakat itu akan terbukti sendiri dari sudut kebiasaan yang di jalani.
Minat yang dimaksud adalah Kesetaraan aktivitas dari bakat yang di atas, (menentukan keinginan secara pribadi), Hal inipula tidak terpisahkan antara bakat, kedua kata ini memiliki desikripsi yang sama namun dipisahkan dari karakter pembawaan dengan menentukan provesi.
Karakter yang dimaksud adalah akhir dorongan dari minat dan bakat, sehingga dapat terbentuklah kata karakter, setiap manusia memiliki minat dan bakat untuk menentukan karaker sejatinya setelah menjalani hidup dengan pilihan tertentu.
Pengantar di atas ini memberikan deskripsi yang menarik bagi penulis maupun bagi pembaca, bahwasanya ketika kita meluangkan waktu sejenak untuk mendeskripsikan kebiasaan kehidupan manusia itu tentu unik, tergantung pandangan menganalisanya. Dalam konteks menikmati kehidupan era global pada masa kini, kita saling menghasut dan menyalahkan golongan dan keluarga atas kedudukan kapasitas, hal ini bukanlah sesuatu yang tidak berakal, tetapi bisa berakal juga, karena setiap manusia memiliki refrensi relevan dari jaringan global, tetapi sudut lain adalah globalisasi modern terkini tidak menentukan setiap manusia untuk saling menjastifikasi.
Janganlah kita saling mendeskripkan sesama keluarga berdasarkan bakat, tetapi poin terpenting bagi saya dan saudara adalah mempertahankan tradisi moyang dan orang tua, Kita boleh saja menunjukkan filosofi berdasarkan provesi tetapi menjamin tidak berdasarkan memiliki jaminan hidup yang setara.
Ketika kita masih mempertahankan bakat, tentunya kita masih membutuhkan proses adaptasi dengan dunia maju, tetapi juga jika kita masih melekat pada bakat, tentunya kita gengsi dong. padahal ada banyak orang yang menginginkan memulai tanamkan nilai transparansi hal kecil dari sekarang. Asasnya kita memiliki masa depan yang panjang, walapun kita memandang tradisi kehidupan manusia yang lain dari sudut kebiasaan, namun soal kebiasaan itu tentu milik dia yang salah dan hal itu bagian dari kelebihan yang harus mutlak dimiliki.
Tentunya setiap manusia Memiliki 2 nilai yang tidak terlepaskan yakni KEGAGALAN dan KESUKSESAN Kedua hal ini tentu diperoleh oleh mereka yang setia dalam pekerjaan.
Penulis:
Omoldoman Pontius.
Selasa, 15 Agustus 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PRIMA MENOLAK OTSUS JILID II. SOLUSI DEWAN RAKYAT PAPUA (DRP).
*Tolak Evaluasi Otsus Jilid II* *Dewan Rakyat Papua (DRP) Solusi Untuk Tanah Papua* Evaluasi terhadap Undang-undang N0.21 Tahun 2001 tenta...
-
Jayapura.,24/08 2025. Keluarga Besar Kosarek In peang Lelom [KBK IPLOM) Melaksanakan penerimaan anggota baru. Kegiatan tersebut dilaksanaka...
-
Kinerja dan Peran serta Lembaga bentukan Otsus prov Papua pegunungan di pertanyakan..? Dalam hal kolaborasi kerja bersama pem...
-
*Tolak Evaluasi Otsus Jilid II* *Dewan Rakyat Papua (DRP) Solusi Untuk Tanah Papua* Evaluasi terhadap Undang-undang N0.21 Tahun 2001 tenta...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Email :