Senin, 16 November 2020

Di era perkembangan masyarakat digital.

Di era perkembangan masyarakat digital, anak muda adalah figur sentral banyak terlibat dalam berbagai aktivitas digital, bukan sekadar sebagai pengguna Teknologi Informasi (TI) yang adiktif, tetapi juga sebagai anak milenial yang terbiasa mengakses informasi, dan bahkan menjadi penggemar yang eksis di dunia maya. Mereka tidak hanya berkumpul secara off line dengan sesama penggemar produk budaya populer, tetapi mereka juga memanfaatkan TI untuk saling berinteraksi dengan penggemar yang lain. Dalam kajian ilmu sosial, kemunculan kelompok anak muda di Indonesia yang merupakan penggemar novel, film beserta produk-produk industri budaya populer global lain adalah bagian dari studi tentang digital fandom. Anak-anak muda yang tergabung ke dalam digital fandom, mereka tidak saja sebagai kelompok yang mengkonsumsi dan menggemari teks-teks budaya, memaknai teks-teks budaya, namun mereka juga merupakan kelompok penggemar yang aktif terlibat, berinteraksi serta aktif memproduksi teks-teks budaya dalam komunitas virtual yang mereka ciptakan dalam bentuk situs penggemar. Penggemar The Mortal Instruments, misalnya adalah salah satu komunitas yang menampung anak muda di sebuah situs penggemar yang merupakan kumpulan penggemar novel karya Cassandra Clare yang terkenal.

Anak-anak muda urban penggemar budaya populer global adalah prosumer yang tidak hanya menjadi konsumer pasif yang hanya menikmati teks-teks budaya sebagai bagian dari aktivitas pleasure, tetapi mereka juga menjadi bagian dari kelompok penggemar yang aktif sebagai produser yang menciptakan teks budaya mau pun paratexts hasil dari kreativitas mereka sebagai bagian dari net generation. Artinya, sebagian penggemar di sini tidak sekadar hanya sebagai co-creation, namun juga merupakan co-production, yaitu pengguna aktif berpartisipasi menjadi bagian dari kerja organisasi kapitalisme di balik perkembangan produk industri budaya, sehingga maka semakin tidak bisa dibedakan antara konsumen dan produsen.

Anak muda yang merupakan prosumer, mereka sehari-hari biasanya menghabiskan waktu untuk melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan di dunia maya. Berselancar dan mencari informasi tentang tokoh idola yang mereka gemari adalah salah satu aktivitas yang biasa dilakukan anak muda di era milenial. Bahkan, lebih dari sekadar mengakses dan mengkonsumsi informasi, anak-anak muda milenial yang tergabung dalam digital fandom tak jarang juga memproduksi teks-teks digital yang biasa mereka share kepada teman lain. Dalam posisinya sebagai konsumer dan produser inilah, anak-anak muda milenial akhirnya disebut sebagai prosumer.

Mengisi waktu luang dengan menelusur informasi yang diinginkan adalah hal yang lazim dilakukan anak muda  di era milenial. Di satu sisi anak-anak yang mengakses informasi dan menelusur informasi yang mereka inginkan, mereka akan memperoleh manfaat yang menyenangkan. Di sisi lain, anak-anak yang memanfaatkan waktu menelusur informasi, bahkan memproduksi informasi yang berkaitan dengan budaya populer yang mereka gemari, sesungguhnya tanpa sadar akan menempatkan anak itu pada posisi sebagai perpanjangan tangan kapitalis yang memproduksi produk industri budaya. Anak muda penggemar budaya populer seperti inilah yang dalam penelitian penulis disebut sebagai free digital labour.

Studi yang dilakukan penulis menemukan, anak muda urban penggemar  budaya populer di era postmodern, bukanlah subjek yang benar-benar terbebas dari hegemoni ideologi kapitalisme. Meski pun dengan adanya web 2.0 dan dukungan sifat media yang spreadability, penggemar memperoleh kesempatan untuk membuat situs tersendiri, memproduksi dan mensirkulasikan konten teks budaya dalam ruang chat untuk mengekspresikan kegemaran dan memperlihatkan identitas kulturalnya (user generated content), namun bagi kekuatan komersial di balik kapitalisme media hal itu ibaratnya adalah feedback yang menjadi umpan baru bagi kapitalisme untuk mereproduksi teks-teks budaya populer baru yang kembali mereka lempar ke pasar. Setiap reaksi yang dikembangkan dan diekspresikan anak muda sebagai bagian dari online fandom, terutama ekspresi yang mereka perlihatkan di dunia maya, bagi kapitalis adalah modal untuk mereproduksi produk budaya populer yang segera mereka tawarkan ke konsumen.

Penulis: #Milenial_Marginal_Papua
#Save_Milenial
#Save_Marginal.

Minggu, 08 November 2020

POLITIK IDENTIK DENGAN FILOSOFI CATUR.

A. |*FILOSOFI CATUR*|
...................................
Manusia itu dilandasi 'perjalanan' apapun itu tetaplah berpegang teguh pada "Keyakinan" dan "Kemampuan Diri", karena pada hakekatnya Manusia itu mempunyai "Kekurangan" dan "Kelebihan". *Namun disisi lain ada banyak hal yg tidak bisa dilakukan maka "sehebat apapun Manusia tetaplah membutuhkan Allah" untuk menyempurnakan*.
Setiap 'langkah' dalam perjalanan hidup tetaplah akan menentukan masa depan untuk mencapai Tujuan,sadar tidak sadar bahwa apa yg dilakukan sekarang menjadi 'Penentu' dimasa mendatang. Lihatlah Pion walau kecil langkahnya tak pernah 'mundur',Raja bisa mati oleh bidak dari lawan tak peduli oleh Pion atau lainnya. Ratu terasa sangat penting seolah tak bersemangat bila tak ada walau kemungkinan berhasil sangat kecil. Benteng jalannya lurus, Menteri jalannya miring sedangkan Ratu bisa kesegala arah tidak seperti Kuda.

"Peran inilah yg membuat kita tidak sama dengan orang lain walaupun kita ingin seperti mereka karena semuanya sudah ada 'suratan' dari Allah Ta'ala". Kotak hitam dan putih punya konsekuensinya tersendiri,inilah pilihan yg harus diambil walau kadang 'sepele' bisa saja 'jatuh' dan bisa juga 'bangun'.

B. PENJARA PIKIRAN
Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran dia bertanya,
“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku,padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan,

“Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan.”

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman,tradisi, dan semua itu membuat kita terpenjara dalam kotak semua yang mementahkan potensi kita.

Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dgn tali yang terikat pada pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kaki nya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil…

Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin kita capai. Sakit memang, lelah memang,tapi jika kita sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. 

Pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang di pilihkan orang lain untuk kita.
Begitulah hidup harus 'cermat' dalam 'tindakan'Pilihan, juga harus hati2 melihat 'peluang' dan 'tantangan'. Harus 'Sabar' untuk mencapai 'Kemenangan'. 

Membangun opini perbedaan ialah musuh kita bersama.
#Milenial_marginal_Papua✌πŸ’ͺ

Jumat, 06 November 2020

CERITA KISAH IALAH MOTIVASI JUANG.

PENGALAMAN HIDUP IALAH  MOTIVASI YANG KEKAL.
...............................................................
Oleh : Pontius Omoldoman
..................................................................
Jangan ragu menanam kebaikan, walau bukan tumbuh saat ini, kelak nanti akan tumbuh, bila bukan kita yang menikmati nanti akan ada yang menikmati. Kita? kita akan dapat bagiannya bagaimanapun juga

Karena kebaikan itu menginspirasi yang lain untuk melakukan yang sama, memiliki kekuatan untuk mengubah manusia. Dan kebaikan itulah yang abadi, yang diingat dan dikenang oleh manusia saat kita sudah tidak ada.

Berbuat baiklah tanpa melihat waktu dan tempat, berbuat baiklah pada manusia. Entah sesiapa yang melihat ada yang mengikuti atau ada yang tertahan keburukannya karena melihat kebaikan itu.
Berbuat baiklah, kita takkan menyesal.
...........................................................
Gagal dan sukses itu seperti permainan dadu. Lima sisi dadu yang lain adalah gagal, sedangkan angka 6 adalah sukses. 
Semakin sering Anda melempar dadu, semakin besar kemungknan Anda akan mendapatkan angka 6. Semakin sering Anda mencoba dan gagal, berarti semakin dekat Anda dengan kesuksesan.

Seorang Ibu yang sedang menggendong bayi dan diberi pistol untuk menembak sasaran tembak, tidak akan berhasil mengenai sasaran dengan tepat jika hanya diberi 7 peluru. Namun bisa saja ibu tersebut berhasil menembak dengan tepat jika dia dibekali 100.000 peluru.

Itulah yang disebut dengan hukum probabilitas. Semakin banyak mencoba, semakin besar kemungkinan berhasil.
Sukses hanya masalah statistik, masalah waktu, masalah hitung-hitungan saja. Semakin banyak orang yang bilang tidak, berarti semakin dekat dengan orang yang akan bilang ya. Semakin sering melempar dadu, semakin besar kemungkinan akan muncul angka 6.
.................................................................
Dari motivasi yang saya membagikan di atas ini membuka kembali dimana masa susah saya waktu masih duduk dalam studi. 

Dari sejak saya mulai masuk SD pada tahun 1999 di SD Inpres Kosarek, Distrik kosarek, kab. Yahukimo, Waktu itu saya menangis kepada kaka saya yang sudah menjadi Alm untuk menulis surat permohonan atau semacam catatan untuk melaporkan diri ke sekolah. 

waktu yang kesamaan teman saya yang sudah menjadi Alm juga menangis ke kakanya untuk masuk sekolah sama2 (SD), Ternyata teman saya tidak di ijinkan masuk, saya lanjut, setelah 6 tahun lamanya dengan usia yang masih produktif sekitar 13/ 14 tahun saya selesai, setelah selesai saya terus menangis ke wamena untuk melanjutkan SMP Tahun 2006, Saya waktu itu tidak tahu ke wamena, setelah tamat saya bawa uang 100rbu ke wamena, dalam masa itu sy tidak tahu cara masuk sekolah, tetapi anak saya Yulius Miram telah menguruskannya dan saya masuk di SMP N 2 Wamena sekolah sore.

Dalam proses mengikuti semua pelajar mengejar di sekolah, tinggal di gubuk yang kecil dengan menamakan gubuk kosarek, kita tinggal disitu tidur di atas tikar buatan orang dengan mengalaskan karton dan karbet, ternyata karena tidur di atas karbet tanpa pola makan yang terbatas saya jatuh sakit dengan batuk yang keras dan hampir saya lewat, tetapi saya di doakan oleh Alm Kepala desa I. Suhuniap dengan membelikan selimut dan karbet dan di doakan serta dibantu dengan suntik sekitar 10x oleh mama terbot saya sembuh. 
Setelah sembuh dari sakit kita di isuhkan dengan ada rencana kerusuhan, semua orang mulai angkat barang, saya dengan kk G. Mulikma, Yanai mulikma, kita semua hantam jalan kaki dengan sebuah sayur gol 3 menuju ke kampung, kita jalan kaki 3 hari bermalam di jalan pelantara tiba di kampung dengan hanya sayur gol 1 buah.#Sadis. 

Setelah tiba di kampung, tinggal begini kita dapat info baru bahwa kk Naftali dari manokwari meminta uang, kita 3 mulai start jalan kaki, balik tiba di wamena situasi sudah nyaman. Kembali ke sekolah, saya mulai fokus sampai dengan selesai SMP Tahun 2008/2009. 

Setelah ujian libur ke kampung bawa uang hanya 900,000 untuk tujuan lanjut SMA, Saya daftar di SMA YPK BETLEHEM WAMENA, Saya di terima masuk, sampai di kelas 3 saya ikut seleksi beasiswa lanjut pilot di jepang melalui beasiswa, Setelah sy tes, ternyata hasilnya saya lolos dan dibebankan tiket semua peserta yang lolos kumpul 20juta, Ternyata sya konsul ke desa saya dapat tolak untuk tidak mau bantu, saya mengalah. 

Setelah akhir dari SMA Ujian saya lolos, sy ikut seleksi SLSB masuk uncen, saya lolos, saya punya persiapan finansial tidak cukup, uang saya hanya 5juta, sy tidak tahu di jayapura, setelah ujian trun ke jayapura, sy bingung, dengan ketidaktuan saya, sy di bantu masuk oleh kk G.M.

Saya mulai masuk di uncen jurusan antropologi tahun 2011. Waktu semester saya saya jatuh sakit malaria kombinasi, saya hampir lewat tetapi saya pulih kembali, waktu itu saya pernah pusing di gunung kampus uncen baru di atas setelah saya pulang kuliah dari abe, sy pusing di gunung di atas, sampai jam 7 malam saya di gigit semut merah di mulut dan saya kaget bangun. 

Sampai dengan Naik semester 6 Kaka kandung saya Alm Habel Omoldoman meninggal tanggal 27 April tahun 2013/2014. Waktu itu sebelum kk saya meninggal saya hampir di gigit ular di rumah pengasuh As. Liborang, hari besoknya saya dengar berita kk ku meninggal. 

Setelah saya meminta kursi pulang ke kampung, Sy dapat kursi dari sentani ke kosarek, sy dapat kursi dan ikut berangkat, sampai di kosarek mulai naik ke kampung, Saya sampai di kampung ternyata kaka saya masih nafas terakhir, saya masuk sambil menangis, karena nafas akhir saya masuk dan saya berkata kaka saya ada datang dari jayapura, kk bilang haaa langsung tutup nafas. 

Setelah pemakaman saya tidak ingin pulang lanjut, karena kk yang sponsor sudah tidak ada. Terpaksa saya pulang ke jayapura dan menjual diri menjadi pimpinan mahasiswa di kampus, waktu itu tahun 2015 saya terpilih menjadi Ketua MPM Uncen, melalui ini saya dapat beasiswa hingga saya selesai tanpa membayar uang administrasi. 

Semoga bermanfaat.
Milenial_Muda_Papua.
#Save_Milenial.
#Save_Milenial_Pinggiran.
πŸŒ·πŸ¦—πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

KISAH IALAH MOTIVASI DAN CATATAN YANG KEKAL.

KISAH IALAH MOTIVASI YANG KEKAL.
...............................................................
Oleh : Pontius Omoldoman
..................................................................
Jangan ragu menanam kebaikan, walau bukan tumbuh saat ini, kelak nanti akan tumbuh, bila bukan kita yang menikmati nanti akan ada yang menikmati. Kita? kita akan dapat bagiannya bagaimanapun juga

Karena kebaikan itu menginspirasi yang lain untuk melakukan yang sama, memiliki kekuatan untuk mengubah manusia. Dan kebaikan itulah yang abadi, yang diingat dan dikenang oleh manusia saat kita sudah tidak ada.

Berbuat baiklah tanpa melihat waktu dan tempat, berbuat baiklah pada manusia. Entah sesiapa yang melihat ada yang mengikuti atau ada yang tertahan keburukannya karena melihat kebaikan itu.
Berbuat baiklah, kita takkan menyesal.
...........................................................
Gagal dan sukses itu seperti permainan dadu. Lima sisi dadu yang lain adalah gagal, sedangkan angka 6 adalah sukses. Semakin sering Anda melempar dadu, semakin besar kemungknan Anda akan mendapatkan angka 6. Semakin sering Anda mencoba dan gagal, berarti semakin dekat Anda dengan kesuksesan.

Seorang Ibu yang sedang menggendong bayi dan diberi pistol untuk menembak sasaran tembak, tidak akan berhasil mengenai sasaran dengan tepat jika hanya diberi 7 peluru. Namun bisa saja ibu tersebut berhasil menembak dengan tepat jika dia dibekali 100.000 peluru.

Itulah yang disebut dengan hukum probabilitas. Semakin banyak mencoba, semakin besar kemungkinan berhasil.
Sukses hanya masalah statistik, masalah waktu, masalah hitung-hitungan saja. Semakin banyak orang yang bilang tidak, berarti semakin dekat dengan orang yang akan bilang ya. Semakin sering melempar dadu, semakin besar kemungkinan akan muncul angka 6.
.................................................................
Dari motivasi yang saya membagikan di atas ini membuka kembali dimana masa susah saya waktu masih duduk dalam studi. 

Dari sejak saya mulai masuk SD pada tahun 1999 di SD Inpres Kosarek, Distrik kosarek, kab. Yahukimo, Waktu itu saya menangis kepada kaka saya yang sudah menjadi Alm untuk menulis surat permohonan atau semacam catatan untuk melaporkan diri ke sekolah,  waktu yang kesamaan teman saya yang sudah menjadi Alm juga menangis ke kakanya untuk masuk sekolah sama2 (SD), Ternyata teman saya tidak di ijinkan masuk, saya lanjut, setelah 6 tahun lamanya dengan usia yang masih produktif sekitar 13/ 14 tahun saya selesai, setelah selesai saya terus menangis ke wamena untuk melanjutkan SMP Tahun 2006.
waktu itu tidak tahu ke wamena, setelah tamat saya bawa uang 100rbu ke wamena, dalam masa itu sy tidak tahu cara masuk sekolah, tetapi anak saya Yulius Miram telah menguruskannya dan saya masuk di SMP N 2 Wamena sekolaj sore, Dalam proses mengikuti semua pelajar mengejar di sekolah, tinggal di gubuk yang kecil dengan menamakan gubuk kosarek, kita tinggal disitu tidur di atas tikar buatan orang dengan mengalaskan karton dan karbet, ternyata karena tidur di atas karbet tanpa pola makan yang terbatas saya jatuh sakit dengan batuk yang keras dan hampir saya lewat, tetapi saya di doakan oleh Alm Kepala desa I. Suhuniap dengan membelikan selimut dan karbet dan di doakan serta dibantu dengan suntik sekitar 10x oleh mama terbot saya sembuh. Setelah sembuh dari sakit kita di isuhkan dengan ada rencana kerusuhan, semua orang mulai angkat barang, saya dengan kk G. Mulikma, Yanai mulikma, kita semua hantam jalan kaki dengan sebuah sayur gol 3 menuju ke kampung, kita jalan kaki 3 hari bermalam di jalan pelantara tiba di kampung dengan hanya sayur gol 1 buah.#Sadis. 

Setelah tiba di kampung, tinggal begini kita dapat info baru bahwa kk Naftali dari manokwari meminta uang, kita 3 mulai start jalan kaki, balik tiba di wamena situasi sudah nyaman. Kembali ke sekolah, saya mulai fokus sampai dengan selesai SMP Tahun 2008/2009. Setelah ujian libur ke kampung bawa uang hanya 900,000 untuk tujuan lanjut SMA, Saya daftar di SMA YPK BETLEHEM WAMENA, Saya di terima masuk, sampai di kelas 3 saya ikut seleksi beasiswa lanjut pilot di jepang melalui beasiswa, Setelah sy tes, ternyata hasilnya saya lolos dan dibebankan tiket semua peserta yang lolos kumpul 20juta, Ternyata sya konsul ke desa saya dapat tolak untuk tidak mau bantu, saya mengalah. 

Setelah akhir dari SMA Ujian saya lolos, sy ikut seleksi SLSB masuk uncen, saya lolos, saya punya persiapan finansial tidak cukup, uang saya hanya 5juta, sy tidak tahu di jayapura, setelah ujian trun ke jayapura, sy bingung, dengan ketidaktuan saya, sy di bantu masuk oleh kk G.M.Saya mulai masuk di uncen jurusan antropologi tahun 2011. Waktu semester saya saya jatuh sakit malaria kombinasi, saya hampir lewat tetapi saya pulih kembali, waktu itu saya pernah pusing di gunung kampus uncen baru di atas setelah saya pulang kuliah dari abe, sy pusing di gunung di atas, sampai jam 7 malam saya di gigit semut merah di mulut dan saya kaget bangun. 

Sampai dengan Naik semester 6 Kaka kandung saya Alm Habel Omoldoman meninggal tanggal 27 April tahun 2013/2014. Waktu itu sebelum kk saya meninggal saya hampir di gigit ular di rumah pengasuh As. Liborang, hari besoknya saya dengar berita kk ku meninggal. 

Setelah saya meminta kursi pulang ke kampung, Sy dapat kursi dari sentani ke kosarek, sy dapat kursi dan ikut berangkat, sampai di kosarek mulai naik ke kampung, Saya sampai di kampung ternyata kaka saya masih nafas terakhir, saya masuk sambil menangis, karena nafas akhir saya masuk dan saya berkata kaka saya ada datang dari jayapura, kk bilang haaa langsung tutup nafas. 

Setelah pemakaman saya tidak ingin pulang lanjut, karena kk yang sponsor sudah tidak ada. Terpaksa saya pulang ke jayapura dan menjual diri menjadi pimpinan mahasiswa di kampus, waktu itu tahun 2015 saya terpilih menjadi Ketua MPM Uncen, melalui ini saya dapat beasiswa hingga saya selesai tanpa membayar uang administrasi. 

Semoga bermanfaat.
Milenial_Muda_Papua.
#Save_Milenial.
#Save_Milenial_Pinggiran.
πŸŒ·πŸ¦—πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

KISAH HIDUP IALAH MOTIVASI YANG KEKAL.

Mengapa saya miskin dan selalu dalam kesulitan hidup?’
...............................................................
Oleh : Pontius Omoldoman.
Ada seorang yang miskin bertanya pada sang guru bijak, “Mengapa aku menjadi orang yang sangat miskin dan selalu mengalami kesulitan hidup?”

Sang guru menjawab, “Karena engkau tidak pernah berusaha untuk memberi pada orang lain.”

“Tapi saya tidak punya apapun untuk di berikan pada orang lain?”

“Sebenarnya engkau masih punya banyak untuk engkau berikan pada orang lain.”

“Apakah itu, guru bijak?”

Sang guru mejawab,

“1. Dengan mulut yang engkau punya,
engkau bisa berikan senyuman dan pujian.
2. Dengan mata yang engkau punya,
engkau bisa memberikan tatapan yang lembut.
3. Dengan telinga yang engkau punya,
engkau bisa memberikan perhatian.
4. Dengan wajah yang engkau punya,
engkau bisa memberikan keramahan.
5. Dengan tangan yang engkau punya,
engkau bisa memberikan bantuan dan pertolongan pada orang lain yang membutuhkan dan masih banyak lagi.

Jadi sesungguhnya kamu bukanlah miskin, hanya saja engkau tidak pernah mau memberi pada orang lain.
Itulah yang menyebabkan orang lain juga tidak pernah mau memberikan apapun pada dirimu.
Engkau akan terus seperti ini jika engkau tidak mau memberi dan berbagi pada orang lain dan siapapun.

Pulanglah dan berbagilah pada orang lain dari apa yang masih engkau punya, agar orang lain juga mau berbagi denganmu.”

Sang guru bijak telah memberi pelajaran bahwa memberi tidak ditentukan oleh seberapa besar atau kecil, tapi berdasarkan kebutuhan.

Kebencian tidak ditentukan oleh seberapa dalam atau dangkalnya, tapi berdasarkan seberapa terlukanya orang tsb.

Oleh karena itu, kita mesti berhati-hati terhadap apa yang kita ucapkan, apa yang kita perbuat sehari-harinya, jangan pernah meremehkan perbuatan baik yang kecil, namun jangan melakukan perbuatan buruk sekecil apapun.
..................................................................
Jangan ragu menanam kebaikan, walau bukan tumbuh saat ini, kelak nanti akan tumbuh, bila bukan kita yang menikmati nanti akan ada yang menikmati. Kita? kita akan dapat bagiannya bagaimanapun juga

Karena kebaikan itu menginspirasi yang lain untuk melakukan yang sama, memiliki kekuatan untuk mengubah manusia. Dan kebaikan itulah yang abadi, yang diingat dan dikenang oleh manusia saat kita sudah tidak ada.
Berbuat baiklah tanpa melihat waktu dan tempat, berbuat baiklah pada manusia. Entah sesiapa yang melihat ada yang mengikuti atau ada yang tertahan keburukannya karena melihat kebaikan itu.
Berbuat baiklah, kita takkan menyesal.
...........................................................
Gagal dan sukses itu seperti permainan dadu. Lima sisi dadu yang lain adalah gagal, sedangkan angka 6 adalah sukses. Semakin sering Anda melempar dadu, semakin besar kemungknan Anda akan mendapatkan angka 6. Semakin sering Anda mencoba dan gagal, berarti semakin dekat Anda dengan kesuksesan.
Seorang Ibu yang sedang menggendong bayi dan diberi pistol untuk menembak sasaran tembak, tidak akan berhasil mengenai sasaran dengan tepat jika hanya diberi 7 peluru. Namun bisa saja ibu tersebut berhasil menembak dengan tepat jika dia dibekali 100.000 peluru.

Itulah yang disebut dengan hukum probabilitas. Semakin banyak mencoba, semakin besar kemungkinan berhasil.

Sukses hanya masalah statistik, masalah waktu, masalah hitung-hitungan saja. Semakin banyak orang yang bilang tidak, berarti semakin dekat dengan orang yang akan bilang ya. Semakin sering melempar dadu, semakin besar kemungkinan akan muncul angka 6.
.................................................................
Dari motivasi yang saya membagikan di atas ini membuka kembali dimana masa susah saya waktu masih duduk dalam studi. 
Dari sejak saya mulai masuk SD pada tahun 1999 di SD Inpres Kosarek, Distrik kosarek, kab. Yahukimo, Waktu itu saya menangis kepada kaka saya yang sudah menjadi Alm untuk menulis surat permohonan atau semacam catatan untuk melaporkan diri ke sekolah,  waktu yang kesamaan teman saya yang sudah menjadi Alm juga menangis ke kakanya untuk masuk sekolah sama2 (SD), Ternyata teman saya tidak di ijinkan masuk, saya lanjut, setelah 6 tahun lamanya dengan usia yang masih produktif sekitar 13/ 14 tahun saya selesai, setelah selesai saya terus menangis ke wamena untuk melanjutkan SMP Tahun 2006, Saya waktu itu tidak tahu ke wamena, setelah tamat saya bawa uang 100rbu ke wamena, dalam masa itu sy tidak tahu cara masuk sekolah, tetapi anak saya Yulius Miram telah menguruskannya dan saya masuk di SMP N 2 Wamena sekolaj sore, Dalam proses mengikuti semua pelajar mengejar di sekolah, tinggal di gubuk yang kecil dengan menamakan gubuk kosarek, kita tinggal disitu tidur di atas tikar buatan orang dengan mengalaskan karton dan karbet, ternyata karena tidur di atas karbet tanpa pola makan yang terbatas saya jatuh sakit dengan batuk yang keras dan hampir saya lewat, tetapi saya di doakan oleh Alm Kepala desa I. Suhuniap dengan membelikan selimut dan karbet dan di doakan serta dibantu dengan suntik sekitar 10x oleh mama terbot saya sembuh. Setelah sembuh dari sakit kita di isuhkan dengan ada rencana kerusuhan, semua orang mulai angkat barang, saya dengan kk G. Mulikma, Yanai mulikma, kita semua hantam jalan kaki dengan sebuah sayur gol 3 menuju ke kampung, kita jalan kaki 3 hari bermalam di jalan pelantara tiba di kampung dengan hanya sayur gol 1 buah.#Sadis. 
Setelah tiba di kampung, tinggal begini kita dapat info baru bahwa kk Naftali dari manokwari meminta uang, kita 3 mulai start jalan kaki, balik tiba di wamena situasi sudah nyaman. Kembali ke sekolah, saya mulai fokus sampai dengan selesai SMP Tahun 2008/2009. Setelah ujian libur ke kampung bawa uang hanya 900,000 untuk tujuan lanjut SMA, Saya daftar di SMA YPK BETLEHEM WAMENA, Saya di terima masuk, sampai di kelas 3 saya ikut seleksi beasiswa lanjut pilot di jepang melalui beasiswa, Setelah sy tes, ternyata hasilnya saya lolos dan dibebankan tiket semua peserta yang lolos kumpul 20juta, Ternyata sya konsul ke desa saya dapat tolak untuk tidak mau bantu, saya mengalah. 
Setelah akhir dari SMA Ujian saya lolos, sy ikut seleksi SLSB masuk uncen, saya lolos, saya punya persiapan finansial tidak cukup, uang saya hanya 5juta, sy tidak tahu di jayapura, setelah ujian trun ke jayapura, sy bingung, dengan ketidaktuan saya, sy di bantu masuk oleh kk G.M.Saya mulai masuk di uncen jurusan antropologi tahun 2011. Waktu semester saya saya jatuh sakit malaria kombinasi, saya hampir lewat tetapi saya pulih kembali, waktu itu saya pernah pusing di gunung kampus uncen baru di atas setelah saya pulang kuliah dari abe, sy pusing di gunung di atas, sampai jam 7 malam saya di gigit semut merah di mulut dan saya kaget bangun. 
Sampai dengan Naik semester 6 Kaka kandung saya Alm Habel Omoldoman meninggal tanggal 27 April tahun 2013/2014. Waktu itu sebelum kk saya meninggal saya hampir di gigit ular di rumah pengasuh As. Liborang, hari besoknya saya dengar berita kk ku meninggal. 
Setelah saya meminta kursi pulang ke kampung, Sy dapat kursi dari sentani ke kosarek, sy dapat kursi dan ikut berangkat, sampai di kosarek mulai naik ke kampung, Saya sampai di kampung ternyata kaka saya masih nafas terakhir, saya masuk sambil menangis, karena nafas akhir saya masuk dan saya berkata kaka saya ada datang dari jayapura, kk bilang haaa langsung tutup nafas. 
Setelah pemakaman saya tidak ingin pulang lanjut, karena kk yang sponsor sudah tidak ada. Terpaksa saya pulang ke jayapura dan menjual diri menjadi pimpinan mahasiswa di kampus, waktu itu tahun 2015 saya terpilih menjadi Ketua MPM Uncen, melalui ini saya dapat beasiswa hingga saya selesai tanpa membayar uang administrasi. 

Semoga bermanfaat.
Milenial_Muda_Papua.
#Save_Milenial.
#Save_Milenial_Pinggiran.
πŸŒ·πŸ¦—πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

Senin, 02 November 2020

Rakyat Papua Menjadi Penonton Sejati Dalam Penyusunan Draf Otsus Jilid II.

Jakarta Sudah Membahas Otsus Jilid II papua, Tanpa mendengarkan aspiras west Papua.
..................................................................
Jakarta harus berhenti melakukan praktek-praktek yang tidak bermartabat untuk mengorbankan hak-hak dasar O A P.
sebab sudah terlalu banyak kesalahan yang jakarta lakukan terhadap UU OTSUS di tanah papua. 
Demi menghormati UU 21 yang mengatur tentang OTSUS di tanah papua.  Marilah JKT harus duduk bersama RAKYAT PAPUA untuk mengefaluasi Nilai maksimal dari penerapan UU 21 selama otsus 2001-2020. Apakah konsep OTSUS berhasi guna atau gagal. 
Jangan jakarta menganggap putusan itu final. 
Pertanyaan nya:
Apakah menurut norma hukum. uu dapat di alimir oleh satu peraturan..?? Tanpa menggugurkan UU yang sedang berlaku di tanah papua..ini yg kami sesalakan ada nya pemekaran prov papua barat dgn perores..dan yang terbru adalagi pemekaran 3 provinsi di atas tanah papua, tanpa menggugurkan UU 21 di atas tanah papua. 
Kalau sampai jakarta memaksakan hall ini, papua ini judul nya apa yaa..?? Hahahaha..apalagi di tambah kami OAP di paksakan untuk menyetujui OTSUS jilid 2.
Ini memang Gambar tak berjudul..hahahaha..marilah kita cermati bersama situasi ini..heey JKT. Jami OAP juga punya pengetahuan..apa yg anda belajar kami juga belajar ilmu yang sama..cuman," sayang anda keliru dalam penerapan nya.. saran kami anda Harus gugurkan UU 21 dulu. Sebab ini sudah terlalu kacau..dan segera : SELENGARAKAN KINGRES BESAR MASYARAKAT PAPUA. Agar dapat mengakomodir pendapat OAP di TANAH PAPUA. 
Bukan fikiran segelintir manusia yang mempunyai kepentingan di atas tanah papua. 
Kepentingan apa saja..??
1. Kepentingan ekinomi
2. Kepentingan politic
3. Kepentingan jabatan. 
Sesungguhnya menyusun draf substansial sesuai kebutuhan rakyat akar rumput sebelum menyerahkan draf kepada negara, Ternyata barang sudah lolos tanpa ada aspirasi murni dari rakyat papua. Elit politikus papua yang rakus jabatan dan haus akan kekuasaan harus sadar bagian ini. Hal ini belum sama sekali ada dalam benak penikmat UU Otsus No 21. Rakyat akar rumput sudah membangun opini mosih ketidakpercayaan dari sejak hadirnya barang ini. Pengguna dan penikmat produk belum merebut hati rakyat papua dengan pendekatan yang masif, sistematis dan struktural. Bagaimana rakyat angat muka menjadi bagian dari barang ini selama tidak ada kesentuhan langsung dalam konteks beberapa aspek yang di sebutkan akhir dari opini ini, misalnya tentang kebangkitan dan kemandirian secara Ekonomi,Politik,Sosial dan budaya. 
Slogan yang  di dorong oleh elit ialah kepenting murni daripada kaum berdasi borjuis dan kapitalis. 
Ternyata belum ada musyawarah antara lembaga, Rakyat jelatah raya, rakyat akar rumput belum mengisi kuisioner draf otsus sudah sampai di meja kenegaraan. πŸ™✊✊
Kebijaksanaan kaum elit papua penuh egois dan sombong, Sesubgguhnya harus ada ruang dengar pendapat bagi rakyat papua.
  
kami rakyat akar Rumput hanya bisa beri masukan or entri..namun acap kali di salah artikan..karena hanya satu hal yg melekat di benak mereka..kekhawatiran..dan alasan..yg tdk rasional..yaa..kami berbicara karena di dasari pengamatan kami bertahun-tahun tentang hal ini..dan byk masalah di rakyat yg kami temui..this are reallyti..tapi hari ini kami bangga, karena sudah byk anak2 papua yg sudah mampu berfikir secara nalar intelektual..walaupun mereka tdk pernah mengkleim diri nya entelek dan elite..terimakasih TUHAN untuk hikmat mu..kepada kami untuk menolong sesama kami di tanah ini.

Nb.Aspirasi yang di dorong dan sudah menjadi pembahasan jakarta ini dari rakyat mana..?🌷πŸ₯€✊✊✊
Hormat kami.
Akar Rumput.
#Milenial_mudah_Papua.

Minggu, 13 September 2020

Calon Ketua GMKI Cabang Cabang.

https://pollingkita.com/polling51068-polling-bakal-calon-ketua-cabang-gmki-jayapura-masa-bakti-20202022

PRIMA MENOLAK OTSUS JILID II. SOLUSI DEWAN RAKYAT PAPUA (DRP).

*Tolak Evaluasi Otsus Jilid II* *Dewan Rakyat Papua (DRP) Solusi Untuk Tanah Papua*   Evaluasi terhadap Undang-undang N0.21 Tahun 2001 tenta...